Disentil Dubes, TKN sebut Rusia tak campuri Pilpres Indonesia

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dianggap mempermalukan Indonesia di mata Rusia atas pernyataannya “Propaganda Rusia”.

Jakarta (RiauNews.com) – Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat ini sibuk melakukan klarifikasi atas ucapan jagoan mereka yang menyebut rival mereka melakukan “propaganda Rusia”.

Klarifikasi ini terpaksa dilakukan karena Moskow melalui Kedutaan Besar untuk Indonesia secera resmi telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihak mereka tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menekankan bahwa Jokowi, selaku capres petahan, tidak menuding negara Rusia mencampuri Pilpres Indonesia.

“Pernyataan itu konteksnya bukan antarnegara,” ujar Airlangga setelah melakukan silaturahmi dengan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Senin (4/2/2019) malam.

Airlangga mengatakan suatu negara memang tidak boleh ikut mencampuri proses politik dalam negeri negara lain. Menurut Menteri Perindustrian itu, pernyataan Jokowi soal propaganda ala Rusia berkaitan dengan cara penyebaran kebohongan dan fitnah yang ditujukan kepada Jokowi secara masif, yang identik dengan cara konsultan politik Rusia.

Sebelumnya, capres pejawat Joko Widodo mengatakan pihak yang selama ini menudingnya sebagai antek asing menggunakan konsultan politik asing untuk menebarkan fitnah. Menurut Jokowi, mereka menggunakan propaganda ala Rusia dengan cara menyebarkan kebohongan dan fitnah terus menerus. Jokowi mengingatkan bahwa cara-cara semacam itu akan memecah belah masyarakat.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily mengatakan yang diutarakan Jokowi soal propaganda ala Rusia itu merupakan upaya mengingatkan rakyat agar tidak tertipu oleh model propaganda seperti itu.

“Selain itu, Pak Jokowi memberi peringatan terhadap bahaya penggunaan propaganda seperti ini karena bisa memecah belah dan mengadu domba rakyat,” kata Ace.

TKN mengingatkan ongkos yang dipertaruhkan akan sangat besar, jika elite politik menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.

Sumber : Antara

Komentar
%d blogger menyukai ini: