Demokrat bantah pernyataan Yusril

Ferdinand Hutahean. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (RiauNews.com) – Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, membantah pernyataan yang menyebut ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan propaganda melawan politik Islam.

Menurut dia, pernyataan yang terungkap dalam cuplikan layar (screenshot) antara Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dengan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersebut tidak benar.

Baca: Ketua TPM anggap Yusril lebay ragukan keislaman Prabowo

“Tidak ada sama sekali, yang saya ketahui tidak ada sama sekali,” kata Ferdinand sebagaimana diwartakan CNNIndonesia.com, Jumat (5/4/2019).

Dalam percakapan yang diunggah Yusril itu, ‘Rizieq’ mengatakan berada di posisi yang dilematis. Di satu sisi menginginkan ganti presiden, namun di sisi lain alternatif pilihannya adalah Prabowo yang tidak didampingi ulama.

Dia mengatakan dukungan Ijtima Ulama agar Prabowo berdampingan dengan cawapres dari kalangan ulama karena menganggap mantan Danjen Kopassus itu lemah tentang Islam. Selain orang-orang di lingkaran Prabowo banyak yang ketakutan terhadap Islam alias Islamofobia.

Baca: Dukung Jokowi, Yusril menjilat ludah sendiri

“Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan politik Islam yang disebutnya sebagai ‘politik integritas’ beraroma SARA, dan ini juga salah satu sebab kandasnya cawapres ulama,” kata Rizieq kepada Yusril melalui WhatsApp pada September 2018 lalu.

Namun dalam video yang diunggah di kanal Front TV, Rizieq membantah berkomunikasi secara intens dengan Yusril. Rizieq mengklaim intensnya komunikasi itu dilakukan sebelum proses ijtimak ulama maupun bursa peserta Pilpres 2019.***[CNN]

Komentar
%d blogger menyukai ini: