Bantah sindiran Jokowi mengenai “Propaganda Rusia”, Prabowo: Yang bener Bojong Koneng

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak saat ng-vlog bersama Capres Prabowo Subianto.

Jakarta (RiauNews.com) – Dua bulan jelang hari pencoblosan Pilpres 2019, dinamika politik makin memanas. Salah satu isu terkait sindiran calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo, adalah adanya pihak yang menggunakan konsultan asing dan “propaganda Rusia”.

Merespons hal itu, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto membantah sindiran Jokowi. Bantahan mantan Danjen Kopassus itu itu dijelaskan dalam video yang diunggah Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak lewat akun Twitternya yang dikutip Selasa 5 Februari 2019.

“Assalamualaikum, teman-teman, ketemu lagi bareng Pak Prabowo. Pak, ada pertanyaan bahkan tuduhan, kita pakai konsultan Rusia, benar enggak itu,” kata Dahnil bertanya kepada Prabowo.

Prabowo pun memberikan jawabannya. Ia punya banyak kenalan, termasuk dari Rusia, karena sekedar hubungan bisnis.

“Yah enggak. Tidak benar itu, bahwa saya punya teman-teman di mana-mana, ada orang Jepang, Korea, Rusia, Jerman. Saya kan, 20 tahun bisnis di luar negeri,” ujar Prabowo dalam video tersebut.

Prabowo mengakui punya banyak kenalan di luar negeri, termasuk Rusia, namun bukan berarti terkait konsultan politik. Ia menekankan, orang asing tak paham dengan dinamika politik di Tanah Air.

“Tetapi, enggak ada konsultan. Bagaimana, bayarnya mahal dan mereka enggak ngerti apa-apa tentang politik Indonesia. Enggak ada itu. Kalau untuk bidang-bidang lain, mungkin, untuk ekonomi, bisnis, dan sebagainya. Tapi kalau politik, sama sekali enggak ada,” jelas Prabowo.

Dahnil pun kembali melemparkan pertanyaan seraya tertawa. “Berarti, politik kita ala-ala Bojong Koneng aja ya pak,” tanya Dahnil.

“Haha, iya bener. Bojong Koneng. Ya kita belajar dari rakyat kita lah,” ujar Prabowo. ***

Komentar
%d blogger menyukai ini: