10 Desember 2018
Home / Olahraga / Raket / Anthony Ginting terbukti sebagai ‘pembunuh raksasa’ Cina

Anthony Ginting terbukti sebagai ‘pembunuh raksasa’ Cina

Anthony Sinisuka Ginting di #ChinaOpenSuper1000. Kalahkan Lin Dan, Viktor Axelsen dan Chen Long. Siap hadapi Chou Tien Chen esok hari. (Kredit: Twitter/PBSI)

Changzou (RiauNews.com) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting membuktikan dirinya layak menyandang predikat sebagai ‘pembunuh raksasa’ di medan laga bulu tangkis. Ginting, pada Jumat (21/9/2018) menaklukkan pemain unggulan tuan rumah turnamen Cina Terbuka 2018, Chen Long pada babak perempat final.

Dilansir oleh situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Anthony Ginting mengalahkan Chen Long pada laga selama 85 menit melalui tiga gim 18-21, 22-20, 21-16. Kemenangan itu menjadi kemenangan kelima Ginting atas Chen Long yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 setelah kemenangan pada Asian Games 2018 dalam dua gim langsung 21-19, 21-11.



Pada Cina Terbuka tahun ini, jalur Ginting menuju juara terbilang terjal. Pada laga pertama, Ginting langsung bertemu dengan legenda bulu tangkis Cina, Lin Dan pada Selasa (18/9).

Ginting berhasil mengalahkan Lin Dan lewat rubber gim 22-24, 21-5, 21-19. Setelah Lin Dan, giliran jagoan Denmark yang juga unggulan pertama pada turnamen ini, Viktor Axelsen. Namun, Ginting tetap berjaya lewat kemenangan dua gim langsung, 21-18, 21-17.

“Saya melihat kondisi lapangan memang berbeda dengan turnamen di Jepang. Lawan Chen Long lagi, dicoba lagi. Saya hanya fokus pada satu per satu pertandingan,” kata Anthony setelah pertandingan menghadapi Axelsen, Kamis seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Undian yang kurang menguntungkan, dijawab Ginting dengan penampilan gemilang. Atlet putra Merah-Putih yang menempati peringkat 13 dunia itu tampil mengesankan hingga putaran perempat final turnamen Super 1.000 itu.

Dengan kemenangan ini, Ginting melangkah ke babak semifinal melawan pemain Cina Taipei, Chou Tien Chen. Pertemuan terakhir kedua pemain terjadi di semifinal Asian Games 2018 yang dimenangkan Chou. Namun, Chou kemudian dikalahkan pemain Indonesia lainnya, Jonatan Christie di final yang berhak atas medali emas tunggal putra.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: