22 Agustus 2019
Home / Olahraga / Bola / Pemilik suara inginkan pengurus PSSI dirombak total

Pemilik suara inginkan pengurus PSSI dirombak total

Kongres PSSI di Badung, Bali. (Kredit: Merdeka)

Denpasar (RiauNews.com) – Para pemilik suara (voters) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendorong organisasi tersebut untuk segera menggelar kongres luar biasa (KLB) menyusul mundurnya Edy Rahmayadi dari posisi ketua umum. KLB dinilai perlu untuk menentukan ketua umum definitif dan merombak jajaran pengurus.

“Saya kira itu harus diajukan demi pembaruan PSSI. Tak ada jalan keluar lain,” ujar Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta Uden Kusuma Wijaya di sela-sela kongres tahunan PSSI tahun 2019 di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Ahad (20/1/2018).

Menurut Uden, PSSI saat ini dalam kondisi sangat buruk karena beberapa petingginya di jajaran komite eksekutif terjerat kasus hukum pengaturan skor. Bahkan, sejumlah pejabat komite eksekutif telah ditetapkan sebagai tersangka.

Oleh karena itu, dia menegaskan, PSSI harus dapat menemukan orang-orang baru yang berkompeten untuk mengisi posisi-posisi pengambil keputusan. “Saya rasa pilihan paling rasional adalah mengganti para anggota komite eksekutif. Jangan memercayakan organisasi kepada orang-orang lama yang kita tahu terlibat dalam masalah hukum,” kata Uden.

Tuntutan agar digelarnya KLB juga disuarakan klub. Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menilai KLB harus segera dilaksanakan. Terkait waktunya, Umuh meminta KLB digelar seusai Pemilu 2019. “Agar KLB tidak terganggu, ini harus diselesaikan dahulu sebelum Liga 1 dimulai,” tutur dia.

Ketua umum PSSI periode 2016-2020 Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya di tengah kongres tahunan. Untuk sementara, posisinya digantikan oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Pergantian ketua harus dilakukan melalui skema KLB.

Acara Kongres Tahunan PSSI turut diwarnai aksi unjuk rasa oleh gabungan kelompok suporter. Mereka meminta PSSI mengganti orang-orang yang sudah lama terlibat di organisasi itu.

“Kami memang tidak bisa menjamin orang-orang baru dapat membawa perubahan. Namun, orang-orang lama yang sudah bertahun-tahun berada di dalam jelas tidak menghasilkan sesuatu untuk perubahan sepak bola nasional,” ujar koordinator suporter Andy Kristiantono.

Pria yang dikenal dengan nama Andie Peci itu mengatakan, tidak adanya perubahan di dalam PSSI terlihat dari berulangnya kasus pengaturan skor. Selain itu, mundurnya Edy Rahmayadi dinilai tidak menyelesaikan masalah.

“Permasalahan sepak bola Indonesia sudah akut dan sistemik. Kami berharap para pemilik suara atau voters PSSI melihat persoalan ini secara objektif,” kata Andie.***

Sumber: Antara

Komentar
%d blogger menyukai ini: