18 Oktober 2018
Home / News / Sains & Teknologi / Australia larang Huawei ikuti tender pengadaan infrastruktur 5G

Australia larang Huawei ikuti tender pengadaan infrastruktur 5G


Melbourne (RiauNews.com) – Tekanan terhadap perusahaan Cina tak hanya datang dari Amerika Serikat. Pemerintah Australia sekarang juga melarang perusahaan teknologi raksasa Cina, Huawei, ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur teknologi mobile generasi kelima (5G) karena kekhawatiran dengan keamanan nasional.

Kontan saja hal ini membuat Huawei Australia kecewa yang dituangkan lewat akur resmi Twitter mereka.

Pemerintah negeri kangguru mengatakan, peraturan yang diloloskan tahun lalu akan melarang perusahaan yang mungkin mendapat dukungan dari pemerintah asing akan bertentangan dengan hukum Australia.

Dalam pernyataan bersama di tengah krisis politik yang terjadi di tubuh pemerintah Australia saat ini, Pejabat Sementara Menteri Dalam Negeri Scott Morrison dan Menteri Komunikasi Mitch Fifield juga mengatakan perusahaan yang tidak bisa melindungi jaringan infrastruktur dari campur tangan asing juga akan dilarang.

Pernyataan itu tidak secara khusus menyebut nama Huawei, namun perusahaan teknologi tersebut mengukuhkan lewat Twitter mereka sudah diberitahu pemerintah Australia akan larangan tersebut. Teknologi 5G atau generasi kelima akan dibangun menggunakan jaringan generasi 4 (4G) yang sudah ada dan menjanjikan koneksi yang lebih cepat, dan tidak ada penundaan.

“Pemerintah akan terus mendukung seluruh kalangan di Australia termasuk industri telekomunikasi, untuk mengatur resiko keamanan nasional. Prioritas pertama pemerintah selalu adalah keamanan dan keselamatan warga Australia,” kata Morrison dalam sebuah pernyataan.

Peraturan yang dirujuk pemerintah berkenaan dengan larangan terhadap Huawei adalah Reformasi Keamanan Sektor Telekomunikasi (TSSR). Peraturan tersebut mulai berlaku 18 September, dan aturannya termasuk kewajiban memastikan perusahaan melindungi jaringan mereka terhadap ancaman bagi keamanan nasional di Australia.***

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: