26 September 2018
Home / News / Politik / Repol: Saya Janjikan Kecamatan Baru VIII Koto Satangkai

Repol: Saya Janjikan Kecamatan Baru VIII Koto Satangkai

Tim pemekeran 8 Koto Setangkai dan beberapa Kades saat bertemu dengan anggota komisi 1 DPRD Kampar, Repol SAg. (Kredit: Istimewa)

Bangkinang (RiauNews.com)- Ketua Komisi I DPRD Kampar Repol, SAg mendukung penuh usulan tiga kecamatan baru di Kabupaten Kampar. Hal itu disampaikannya saat rapat dengar pendapat tentang pemekaran desa dan kecamatan yang diadakan Komisi I DPRD Kampar.

“Saya berjanji mendukung penuh terbentuknya wilayah otonom kecamatan baru untuk VIII koto setangkai,” ujarnya.



Sementara itu masyarakat VIII Koto Setangkai di wilayah adat VIII Koto Satangkai sebelumnya sudah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Pembentukan Panitia Pemekaran wilayah otonom kecamatan baru pada 14 April 2018 lalu.

Mubes yang digelar digedung MDI Kota Pekanbaru tersebut dihadiri oleh perwakilan masyarakat delapan desa seperti Desa IV Koto Satangkai, Desa Sei Sarik, Desa Baluong, Desa Sei Rambai, Desa Sei Raja, Desa Sei Harapan, Desa Tanjung Mas dan Desa Muaraselaya. Hadir juga tokoh masyarakat, Ninik Mamak, alim ulama serta tokoh pemuda dan mahasiswa se-Rantau Setingkai.

“Ya, diikuti 8 desa.Tugas kami mengantarkan sampai terbentuknya kecamatan dgn satu tujuan yakni memekarkan wilayah adat kesultanan VIII Koto Satangkai menjadi sebuah kecamatan yg sudah sangat diimpikan sejak thn 2001 lalu. ” terang ketua tim pemekaran VIII Koto Setangkai, Drs Syafi’i.

Hadir dalam pertemuan dengan Komisi I DPRD Kampar tersebut beberapa orang Kades yang tergabung dalam wilayah otonom baru tersebut diantaranya Sulaiman Kades IV Koto Setangkai, Nasrul Kades Sei Sarik, Makmur MD BA tokoh masyarakat, Pandu Wiranata, Abdul Musnil Amin, dan Kartono.

“Pemekaran Kecamatan ini merupakan panggilan hati nurani masyarakat, yg menginginkan daerah mereka lepas dari ketermaginalkan selama ini dari segala sektor, dan Kecamatan  akan kami perjuangkan dan wujud  bersama dengan keinginam masyarakat, dengan kendala apapun akan kita hadapi bersama. Kita optimis ini terwujud,” ujar Syafi’i.

Pemekaran ini lanjut Syafi’i berdasarkan Ruang Adat VIII Koto. Yang selama ini terpisah di dua kecamatan, empat Koto di mudik tergabung di XIII Koto Kampar sedang empat Koto di ulak tergabung di Kecamatan Kampar Kiri.

“Kami satu naungan adat yakni ba mamak ka datuok Jo Mulyo di Baluong ba Rajo ka Datuok Ulaksemano di Lubuok Ogung tontunyo ba Niniok ka Niniok Datuok Ghajo Dubalai di Muotakui,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua tim pemekaran 8 Koto Setangkai, Amirullah berharap dengan terbentuknya daerah otonom baru nantinya dapat menyatukan adat.

“Harapan kita selama ini untuk pemekaran Kecamatan VIII Koto Setangkai bersatunya kembali adat 8 Koto dalam naungan satu kecamatan, ” imbuh Amir. ***(Tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: