Home / News / Politik / Prabowo: Enggak usah nakut-nakuti kita dengan makar-makar

Prabowo: Enggak usah nakut-nakuti kita dengan makar-makar

Prabowo Subianto.

Jakarta (RiauNews.com) – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, mengatakan bahwa dia akan terus memperjuangkan keadilan demi rakyat Indonesia.

Mantan Danjen Kopasus ini juga menyinggung banyaknya kecurangan yang terjadi dalam pemilu 2019. Prabowo akan mengumpulkan tim ahli dan tim hukum, dan rencananya dia akan menulis surat wasiat apabila terjadi kemungkinan terburuk.



Menurut Prabowo, Pemerintah tidak perlu menakut-nakuti rakyat dengan tuduhan makar. Sebab diantara rakyat yang memperjuangkan keadilan, terdapat Jenderal yang dahulu membela NKRI sehingga tidak mungkin dituduh makar.

Baca: BPN klaim kemenangan Prabowo 54,24 Persen, ini datanya

“Enggak usah nakut-nakuti kita dengan makar-makar. Orang-orang ini bukan makar, jenderal-jenderal ini sudah mempertaruhkan nyawanya sejak lama, mereka tidak makar. kita membela bangsa dan negara republik indonesia. Jangan takut-takuti kita dengan senjata yang diberikan oleh rakyat,” ujarnya

Prabowo masih menunggu itikad baik dari pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menyadari kesalahannya. Menurut Prabowo, saat ini kedaulatan ada di tangan rakyat.

Sementara Sandiaga Uno, menyinggung persoalan politik uang hingga pejabat yang diduga terlibat memenangkan calon tertentu. Dia juga curiga ada dugaan pelibatan pejabat tinggi BUMN memenangkan paslon tertentu.

Baca: Cuitan Ruhut di Twitter sebut Prabowo bisa jadi tersangka

“Penjuru tanah air, masyarakat disuguhi cerita tsunami amplop politik uang yang dikawal aparat keamanan. Rakyat sebagai pemilih kedaulatan dipaksa atau setengah dipaksa memilih yang memberikan iming-iming uang,” kata Sandi.

Sandi menyebut ada juga kepala desa dan aparat yang digerakkan pasangan calon tertentu dengan ancaman. Kemudian Daftar Pemilih Tetap yang bermasalah dan tak ada solusi. Kotak suara mudah dijebol, dibakar, hingga terkena banjir. Sandi mengkritisi kesalahan dalam situng KPU. Ada puluhan ribu kekeliruan, tapi tetap dipergunakan dengan alasan situng bukan untuk tentukan hasil akhir.

Baca: KASN minta UIN Riau klarifikasi Ustaz Abdul Somad karena diduga dukung Prabowo

“Sebanyak 6,5 juta orang tak memperoleh undangan pemilih, intimidasi saksi pasangan 02 di daerah tertentu. Ini sebabkan perolehan kami nol,” kata Sandi.***[VIVA]

Komentar
%d blogger menyukai ini: