19 November 2018
Home / News / Politik / PDIP: Tagar #2019gantipresiden tak baik dalam demokrasi

PDIP: Tagar #2019gantipresiden tak baik dalam demokrasi

Aria Bima. (Kredit: Tempo)

Jakarta (RiauNews.com) – Sebagai partai yang mengusung Joko Widodo saat ini dan juga pada pemilihan presiden 2019 mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDIP) merasa “terusik” dengan viralnya tagar #2019GantiPresiden.

Salah seorang politisi berlambang banteng bermoncong putih ini, Aria Bima, justru menilai penggunaan cara-cara demikian tak baik dalam demokrasi.



“Tagar #2019GantiPresiden itu antagonis, tidak didasari hal yang rasional. Publik jangan diarahkan pada pemikiran-pemikiran yang tidak mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam kehidupan berpolitik,” ujarnya yang dikutip Riaunews.com dari laman Merdeka.com, Ahad (8/4/2018).

Menurutnya, tagar yang disebarluaskan melalui media sosial tersebut sangat tidak mencerdaskan rakyat dalam berdemokrasi. Apalagi hanya didasari keinginan serta didorong rasa suka dan tidak suka saja.

Baca: Tagar #2019gantipresiden viral, ini tanggapan Jokowi

“Ini pilihan pihak oposisi yang sebenarnya kurang dewasa dalam menjalani peran sebagai oposisi,” tandasnya.

Sebelum itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan hal itu merupakan sah di negara demokrasi. Dia juga menilai, bila petahana menjabat dua periode bukanlah hal yang tepat di negara demokrasi.

“Kan ini soal ganti presiden 2019 ada juga yang Pak Presiden dua periode kan itu yang namanya dinamika politik sah-sah saja yang penting suasana harus dijaga supaya tidak gaduh,” ujar Muzani saat ditemui di Hotel Sultan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018) lalu.

Baca: Pakar: Gerakan #2019GantiPresiden bukan makar

“Jadi kalau yang namanya demokrasi begini, kalau semua mau presiden tetap dua periode nggak demokrasi namanya kan ada yang mau ganti ada yang tetap tapi jaga suasana supaya tidak gaduh,” tambahnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: