13 Desember 2018
Home / News / Politik / Merasa ada ancaman, Andi Arief tak penuhi panggilan Bawaslu

Merasa ada ancaman, Andi Arief tak penuhi panggilan Bawaslu

Andi Arief

Jakarta (RiauNews.com) – Untuk ketiga kalinya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief tak memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kali ini alasan yang dikemukakan adalah adanya ancaman yang diterimanya dari pihak tertentu yang membuat dirinya takut untuk datang ke Jakarta.

“Salah satu ketua DPD Partai Politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir,” tulis Andi.

Dengan tidak hadirnya Andi Arif pada pemanggilan ketiga kali untuk mendengarkan keterangannya, maka Bawaslu RI tak bisa memanggil paksa Politikus Partai Demokrat Andi Arief. Pemanggilan oleh Bawaslu terhadap Andi ini untuk didengar keterangannya tentang mahar politik yang diduga diberikan oleh bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

“Kami tidak punya kewenangan untuk memanggil paksa karena ini bukan proses penyidikan pro Yustisia,” kata Ketua Bawaslu Abhan pada wartawan di Jakarta, Jumat (24/8).

Andi Arief sudah tiga kali diundang Bawaslu untuk memberikan keterangannya tentang mahar politik yang diduga diberikan oleh bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno pada Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Undangan dari Bawaslu merupakan yang ketiga kalinya terhadap Andi, namun ketiga undangan itu tak kunjung dipenuhi Andi. Janjinya untuk datang ke Bawaslu pada Jumat (24/8) ini juga tak akan dipenuhi.

Andi Arief diminta datang ke Bawaslu terkait unggahannya di media sosial Twitter tentang adanya mahar politik yang diduga dilakukan oleh Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Kesaksian dari Andi akan memberikan kepastian pemanggilan Sandiaga Uno.

Bawaslu masih melakukan proses pembuktian dari laporan dugaan mahar politik yang dilakukan oleh Sandiaga Uno. Pelapor dugaan ini sebelumnya sudah mengajukan saksi untuk diperiksa Bawaslu.

Sebelumnya Bawaslu telah memeriksa dua orang saksi, keterangan mereka diperlukan untuk petunjuk pemanggilan sejumlah pihak lain yang diduga terlibat pemberian mahar politik. Keterangan Andi akan digunakan untuk kejelasan pihak-pihak mana saja yang selanjutnya akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Meski mangkir, dalam keterangannya Andi tidak akan mencabut kicauannya soal mahar yang diduga diberikan oleh Sandiaga Uno ke beberapa pihak. Dugaan mahar itu digunakan untuk melancarkan pemilihan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden dari bakal calon presiden Prabowo Subianto.

“Saya tidak menghindar dan tidak juga mencabut dua tuit saya yang kemudian menjadi alasan pelapor yang saya tidak kenal untuk membawa problem ini ke Bawaslu,” kata Andi.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: