11 Desember 2018
Home / News / Politik / Mengenang penolakan perda syariah oleh PDIP pada 2014 lalu

Mengenang penolakan perda syariah oleh PDIP pada 2014 lalu

Trimedya Panjaitan. (Kredit: Republika)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Penolakan terhadap Peraturan Daerah (Perda) berbau agama, seperti Perda Syariah atau Perda Injil, yang saat ini ditentang Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ternyata bukan barang baru.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang menjadi kendaraan utama Presiden Joko Widodo, pada 2014 lalu juga telah melontarkan pernyataan serupa.



Dilansir dari situs Republika.co.id, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan melarang munculnya peraturan daerah baru yang berlandaskan syariat Islam. Namun, khusus untuk Aceh, PDIP akan memberikan keistimewaan.

“Aceh pengecualian (boleh ada syariat Islam) karena Aceh daerah khusus,” kata Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).

Trimedya menyatakan Jokowi-JK memahami keistimewaan Aceh yang memiliki sejarah panjang dengan dunia Islam. Karenanya, tidak akan larangan perda baru di Aceh yang berlandaskan syariat Islam. “Kami memahami kekhususan Aceh. Sama seperti di Papua dan Yogyakarta,” ujarnya.

Selain Aceh, PDIP menolak munculnya perda syariat Islam baru. Karena dianggap tak sejalan dengan ideologi yang dianut PDI Perjuangan. Selain itu, syariat Islam juga bertentangan dengan UUD 1945. “Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final,” ujar Ketua DPP Bidang Hukum PDIP itu.

Perda syariat Islam dinilai bakal menciptakan dikotomi tatanan sosial di masyarakat. Ujung-ujungnya, perda syariat Islam dianggap bakal menganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika.

“Ke depan kami berharap perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-kotakan masyarakat,” kata anggota Komisi III DPR itu.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: