19 Januari 2018
Home / News / Politik / Lukman Edy jelaskan isu krusial terkait RUU Penyelenggaraan Pemilu

Lukman Edy jelaskan isu krusial terkait RUU Penyelenggaraan Pemilu

Anggota DPR RI Lukman Edy.

Jakarta (RiauNews.com) – Lima isu krusial yang saat ini dibahas DPR RI terkait Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu, kemungkinan akan diputuskan dalam sistem paket. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu, Lukman Edy, di Jakarta, Senin (12/6/2017).

“Tawaran pengambilan keputusan dengan menggunakan sistem paket oleh fraksi-fraksi di Pansus bisa dipertimbangkan, paling tidak ada empat variasi,” kata Lukman Edy sebagaimana dikutip Antara.

Kelima isu krusial itu adalah ambang batas parlemen, ambang batas partai mengajukan calon presiden, kuota suara per-daerah pemilihan, sistem pemilu, dan metode konversi suara.

Dia menjelaskan variasi pertama, ambang batas parlemen sebesar 5 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden sebesar10-15 persen kuota suara per-daerah pemilihan 3-8, sistem pemilu terbuka, dan metode konversi suara jenis sainta lague murni.

Legislator yang juga berencana maju pada Pilgubri 2018 mendatang ini menambahkan, untuk variasi kedua, ambang batas parlemen sebesar 5 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden sebesar 20-25 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-8 suara, sistem pemilu terbuka terbatas, dan metode konversi suara sainta lague murni.

“Untuk variasi ketiga, ambang batas parlemen 4 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden 0 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-10 suara, sistem pemilu terbuka, dan metode konversi suara quota harre,” ujarnya.

Politisi PKB itu menjelaskan variasi keempat, ambang batas parlemen 4 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden 10-15 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-10 suara, sistem pemilu terbuka terbatas, dan metode konversi suara sainta lague murni.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: