11 Desember 2018
Home / News / Politik / Djarot jelaskan pada kader, PDIP bukan afiliasi PKI

Djarot jelaskan pada kader, PDIP bukan afiliasi PKI

Djarot Saiful Hidayat.

Bekasi (RiauNews.com) – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menepis tudingan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri menganut dan berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini disebut saat sejumlah pengurus melakukan rapat konsolidasi dengan DPC Kabupaten Bekasi, dalam rangka Safari Kebangsaan.

Bermula saat Ketua Ranting PDIP Karangrahayu, Supriatna, menceritakan dalam kontestasi Pemilu 2019, partai berlambang banteng bermoncong putih itu dikaitkan dengan PKI.



“Di sini isunya, sekarang ini PDIP disebut partai setan, partai PKI. Bagaimana caranya pusat (DPP) menepis berita yang beredar di masyarakat,” tanya Supriatna kepada para pengurus DPP PDIP yang hadir, di kantor DPC Bekasi, Cikarang, Sabtu (17/11).

Mendengar hal itu, Ketua DPP PDIP bidang Keorganisasian, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan PKI itu sudah lama bubar. Meskipun dia menyadari isu tersebut selalu muncul saat Pemilu.

“Menjelang Pemilu isu ini selalu muncul. Tau enggak sih yang ngomong, PKI apa? PKI itu Partai Komunis Indonesia yang sudah dibubarkan tahun 1965. Komunisme sudah dilarang. PDIP sejarahnya berasal dari Partai Nasional Indonesia, ideologinya Pancasila. Pancasila inilah yang melawan komunisme,” ucap Djarot.

“PDIP adalah partai nasional. Kita semua nasionalis. Orang yang nasionalis adalah orang yang beragama. Jadi jangan takut. Rakyat sudah mulai pintar, rakyat sudah cerdas bisa membedakan itu,” tegas mantan Gubernur DKI ini.

Dia menekankan pada seluruh kader utamanya yang di Bekasi bahwa sampai kapan pun PDIP itu ideologinya Pancasila. Semua isu yang mengaitkan PDIP dan PKI, kata dia, tidaklah benar faktanya.

“Pak Jokowi aja dikira PKI. Padahal lahirnya 61 (tahun 1961). Ini PDIP harus berani ngomong bahwa PDIP ideologinya Pancasila. Dan yang menjadi lawan komunisme adalah Pancasila,” jelas Djarot.

“Maka dari itu, tidak benar bahwa PDIP identik dengan PKI. PKI sudah dikubur,” sambung Djarot.

Kemudian, masih kata dia, PDIP juga disebut partai antiumat muslim. Menurutnya hal tersebut sangat salah besar.

“Nasionalisme selalu bergandengan dengan Islam. Maka seorang nasionalis otomatis seorang Islam yang baik, muslim yang baik. Muslim yang baik adalah muslim yang cinta kepada Tanah Air. Bekerja untuk Tanah Airnya, berbakti di Tanah Airnya, membantu bangsa dan negaranya,” jelas Djarot.***

Sumber: Liputan6

Komentar
%d blogger menyukai ini: