18 Oktober 2018
Home / News / Politik / Bawaslu: Pemanggilan Sandiaga Uno tergantung kesaksian Andi Arief

Bawaslu: Pemanggilan Sandiaga Uno tergantung kesaksian Andi Arief


Jakarta (RiauNews.com) – Isu dugaan adanya mahar politik yang dilakukan calon wakil presiden Sandiaga Uno, yang merupakan pendamping Capres Prabowo pada Pilpres 2019 mendatang, terus bergulir dan dicek kebenarannya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, mengatakan, pemanggilan terhadap Sandiaga masih menanti hasil klarifikasi dari Andi Arief yang diharapkan kesaksiannya pada Jumat (24/8/2018) pagi.

Fritz menjelaskan, saat ini Bawaslu masih melakukan proses pembuktian yang diawali dari isi laporan. Pelapor dugaan politik uang sebelumnya telah mengajukan tiga saksi.

Pada Senin (20/8) lalu, kedua saksi telah diperiksa oleh Bawaslu. Sementara itu, satu saksi lain adalah Andi Arief.

“Bukti itu kan terdiri dari yang namanya kesaksian, pengakuan, keterangan ahli, dokumen, ada petunjuk. Sekarang apa petunjuk kita menuju ke arah sana. Apakah ada alat bukti yang mendukung, kita lihat dulu bagaimana kualifikasi kita dengan Pak Andi Arief besok,” jelas Fritz kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

Karena itu, siapa saja nantinya yang akan dipanggil selanjutnya, termasuk dalam hal ini Sandiaga Uno, tetap bergantung dari isi kesaksian yang disampaikan oleh Andi Arief pada Jumat. “Mudah-mudahan bisa mengarah. Jadi ya kita lihat apakah ada bukti-bukti pemberian atau tidak, apakah beliau melihat dan menyaksikan sendiri ada proses pemberian atau beliau mendengar, dari situ kami baru bisa melangkah ke hal-hal yang berikutnya,” jelas Fritz.

Dihubungi secara terpisah, anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, mengungkapkan, pemanggilan pada Jumat adalah yang ketiga kalinya terhadap Andi Arief. Pada pemanggilan pertama, Senin lalu, Andi absen.

Pemanggilan kedua, kata Ratna, dilakukan pada Selasa (22/8). Pada Selasa, Andi Arief juga absen.

“Pemanggilan hanya dilakukan tiga kali. Setelah tiga kali dipanggil kemudian tidak hadir, maka Bawaslu tidak akan melakukan pemanggilan lagi. Akan dilanjutkan atau tidak (kasusnya), sangat bergantung dari keterangan pelapor dan saksi-saksi yang didengar keterangannya,” jelas Ratna.***

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: