13 Desember 2018
Home / News / Politik / Andi Arief bikin ‘ulah’ jilid dua

Andi Arief bikin ‘ulah’ jilid dua

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Jakarta (RiauNews.com) – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat ‘ulah’. Setelah sempat menjuluki Prabowo Subianto dengan sebutan ‘jenderal kardus’, sekarang dia menuding capres nomor urut dua itu tak serius menjadi presiden.

Tudingannya itu dia sampaikan melalui akun twitternya, Jumat (12/10) siang. Prabowo menurut Andi Arief, kurang serius dan tidak aktif berkampanye ke daerah dalam kontestasi Pilpres 2019. Sementara calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih sering berkeliling daerah.



“Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” kata Andi dalam cicitannya.

Menurut Andi, Prabowo juga harus lebih banyak turun ke daerah jika ingin memenangi Pilpres. “Percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas,” kata Andi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah otokritik yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief soal tudingan ketidakseriusan calon presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Riza menegaskan fakta keseriusan Prabowo maju sebagai capres bersama Sandiaga Uno.

Ia pun tak menanggapi serius tudingan Andi Arief, meskipun berasal dari partai koalisi yang mendukung Prabowo-Sandiaga. “Faktanya Pak Prabowo sangat sering, sangat rajin, keliling. Kalau sekarang kelihatan Sandi ya kan Sandi baru jadi cawapres, tentu perlu memperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Riza di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/11).

Riza mengungkap, jika saat ini Sandiaga lebih banyak turun ke daerah daripada Prabowo, bukan berarti capres nomor urut 02 tersebut tidak serius. Prabowo kata Riza, tetap turun ke daerah, meski tidak seintens Sandiaga.

Menurutnya, itu sudah bagian dari rencana program Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur. “Jadi Pak Prabowo juga keliling ya, cuma kan tidak selalu diekspos. Karena kadang yang ditemui kan internal, tokoh-tokoh tertentu yang belum bisa kita publish,” kata Juru Debat BPN itu.

Karenanya, ia kembali meluruskan pernyataan dari Andi Arief soal keseriusan Prabowo di Pilpres. “Prinsipnya Pak Prabowo sangat serius. Memang kita selalu senyap ya. Pokoknya diam-diam nanti pokoknya menang Insyaallah. Kita kan enggak banyak pencitraan, enggak banyak koar-koar, enggak banyak ramai-ramai, Insyaallah berhasil. Kita punya cara, mekanisme, strategi tersendiri,” kata Riza.

Sementara, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hurahaean menilai, pendapat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kepada Prabowo Subianto di Twitter merupakan hal positif. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk memberikan semangat kepada calon presiden nomor urut dua itu.

“Untuk kebaikan semua karena kita ingin menang dalam Pilpres ini. Bukan untuk tujuan negatif. Gitu aja,” kata dia di Jakarta, Jumat (12/10).

Namun, Ferdinand mengatakan, pendapat Andi bersifat personal. Ia menegaskan, yang disampaikan mantan aktivis mahasiswa 1998 itu tak mengatasnamakan Partai Demokrat.

Ia menjelaskan, pendapat partai hanya disampaikan melalui Sekretaris Jenderal dan langsung kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN). Bukan dengan sebuah pernyataan di media sosial.

“Jadi itu pernyataan tengah publik agar Prabowo semakin gesit. Memang ini pertarungan yang tidak mudah, maka diperlukan energi yang levih besar,” ujar dia.

Ia menambahkan, secara struktur Andi juga tak masuk dalam BPN Prabowo-Sandiaga Uno. Menurut dia, Katua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang secara khusus meminta Andi tetap fokus untuk urusan partai.

“Andi ini kan tidak masuk di tim pemenangan, jadi beliau ini, kita melihatnya sebagai seseorang mandiri bersuara sebagai suara netizen lah. Itu sah-sah saja,” kata Ferdinand.

Sebelumnya, Andi Arief pernah membuat gaduh dunia perpolitikan pada awal Agustus lalu ketika dia membongkar dugaan mahar politik di balik pemilihan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Andi Arief lewat cicitan dalam akun Twitter-nya tiba-tiba menyebut Prabowo dengan julukan ‘jenderal kardus’.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: