18 Oktober 2018
Home / News / Politik / Alasan Dahnil Anzar gabung tim pemenangan Prabowo-Sandiaga

Alasan Dahnil Anzar gabung tim pemenangan Prabowo-Sandiaga

Dahnil Anzar Simajuntak.

Jakarta (RiauNews.com) – Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Kamis (20/9/2018), telah mengkonfirmasi penunjukannya sebagai Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jabatan itu dia ambil karena memandang sosok Prabowo dan Sandiaga mencerminkan ciri-ciri pemimpin yang berjiwa patriotisme.

“Ada jiwa patriotisme yang kuat serta loyalitas yang tinggi sekali. Semangat itu saya tangkap ada di pasangan Prabowo-Sandi,” kata Dahnil sebagaimana dilansir laman Republika.co.id.



Dahnil mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan sungguh-sungguh. Memimpin sepenuhnya untuk memastikan kepentingan negara tetap terlindungi. Seperti misalnya, ketahanan dan ekonomi nasional.

Ia mengaku sebelumnya juga telah berkomunikasi langsung dengan Prabowo dan Sandiaga. Pascapertemuan itu, selanjutnya para sekjen partai koalisi menghubungi Dahnil dan meminta untuk menjadi koordinator juru bicara.

Setelah mendapat tawaran tersebut, Dahnil beristikharah untuk meminta petunjuk apakah menerima tawaran tersebut atau tidak. Disamping itu, ia melakukan konsultasi dengan para tokoh senior Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, aktivis antikorupsi dan berbagai koleganya.

Usai melakukan istikharah dan mendengar saran-saran dari pihak terkait, Dahnil memutuskan untuk terjun langsung ke Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga. Tentu, pilihan tersebut bukan tanpa konsekuensi.

Ia mengaku per Kamis (20/9) ia telah memundurkan diri sebagai dosen aparatur sipil negara di Universitas Negeri Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Banten. “Per hari ini saya sudah menyatakan mundur dan sudah saya sampaikan dengan surat secara resmi,” katanya.

Meski terjun ke politik praktis, Dahnil tetap memegang jabatan sebagai ketua PP Pemuda Muhammadiyah. Alasannya, posisi politik tidak diatur dalam PP Pemuda Muhammadiyah.

“Jadi tidak ada masalah kalau saya masuk di tim pemenangan capres-cawapres,” kata Dahnil.

Ia mengatakan, secara organisasi, Muhammadiyah sudah cukup dewasa dalam hal perpolitikan. Lagipula, aturan organisasi juga tak melarang jika ada kader yang terjun ke dunia politik. Oleh karena itu, meski dia menjadi bagian dari tim pemenangan inti Prabowo-Sandi, jabatan di PP Muhammadiyah tetap dia emban.

Dahnil menjelaskan, pada bulan November mendatang, PP Muhammadiyah juga akan menggelar Muktamar Nasional. Agenda utama tersebut sebagai proses pergantian kepemimpinan dirinya di PP Muhammadiyah.

“Jadi, ya, jabatan saya juga tinggal kurang dari dua bulan lagi,” kata Dahnil.

Saat ini, Dahnil masih menunggu surat resmi dari tim pemenangan Prabowo-Sandi sebagai bukti tertulis dirinya ditunjuk sebagai koordinator jubir. Sebab, permintaan kepada dirinya untuk masuk ke tim inti baru disampaikan secara lisan oleh para sekjen partai koalisi.***

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: