Home / News / Nasional / WP KPK kembali ingatkan Presiden atas teror pada Novel

WP KPK kembali ingatkan Presiden atas teror pada Novel

Novel Baswedan.

Jakarta (RiauNews.com) – Wadah Pegawai (WP) KPK kembali mengingatkan Jokowi tepat di dua tahun pasca-insiden serangan teror terhadap Novel.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan pihaknya kembali mendesak Jokowi untuk membentuk TGPF yang independen. Menurut dia, Jokowi harus menunjukkan komitmen pada pemberantasan korupsi lewat kasus Novel.

“WP KPK tetap meminta Presiden untuk mau membentuk TGPF independen di bawah beliau sebagai komitmen dalam memberantas korupsi di negeri ini sekaligus solusi bahwa satu-satunya cara menghentikan teror kepada KPK adalah menangkap pelaku terornya,” kata Yudi dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (10/4/2019).

Baca: Dua tahun teror Novel tanpa kejelasan bukti lemahnya komitmen Jokowi berantas korupsi

WP KPK memang tetap ngotot mendorong pembentukan TGPF. Sementara Chudry menilai tim khusus bentukan Tito tidak berjalan dan tidak merangkul elemen masyarakat sipil.

Oleh karena itu, Chudry berharap Jokowi, bila nantinya menerbitkan Keppres terkait TGPF, dapat melibatkan sejumlah aktivis dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat sipil, dan akademisi selain juga diisi oleh penyidik dari KPK, Kejaksaan Agung, dan pemangku kepentingan lainnya

Chudry juga menyarankan TGPF, bila akhirnya terbentuk, tidak lagi ditugaskan untuk melakukan pencarian fakta, melainkan langsung melakukan proses penegakan hukum hingga berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung guna melakukan proses penuntutan.

Baca: Novel Baswedan, 700 hari menanti terang dan sikap diam Jokowi

“Kalau dia [Jokowi] mau keluarin keppres bentuk tim penyelidikan dan penyidikan, ambil langkah projusticia, itu law enforcement. Proses peradilan pidana,” ucapnya.

Novel Tunggu Komitmen Capres

Terkait peringatan teror atas dirinya hari ini, Novel mempertanyakan komitmen kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden soal pengungkapan kasus penyerangan terhadap anggota lembaga antirasuah.

“Apakah tidak mau berjanji apakah tidak mau menunjukkan komitmennya atau akan menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Saya menjadikan momentum ini untuk mempertanyakan itu, dan ini bukan terkait dengan serangan saya saja, tapi ini serangan kepada kawan-kawan KPK,” kata Novel saat ditemui usai Salat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4).

Baca: Kapolri temui petinggi KPK gara-gara ucapan Novel di TIME

Novel mengatakan dua tahun kasusnya bergulir ini adalah momentum yang tepat bagi kedua paslon, baik Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi. Apalagi, kata dia, saat ini masih dalam masa kampanye dan seharusnya kedua pasangan calon menunjukkan komitmennya.***[CNN]

Komentar
%d blogger menyukai ini: