10 Desember 2018
Home / News / Nasional / Ustaz Abdul Somad: Indonesia mini ada di Papua

Ustaz Abdul Somad: Indonesia mini ada di Papua

Ustaz Abdul Somad dalam acara takbligh akbar.

Raja Ampat (RiauNews.com) – Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam tausiyahnya di Raja Ampat mengatakan perlunya terus menjaga pesatuan dan kesatuan umat. Seperti dalam video tausyiahnya yang kini beredar di media sosial, UAS mengatakan sangat kagum dengan kerukunan hidup beragama, antar suku, dan antar daerah yang ada di Papua Barat, khususnya Raja Ampat.

“Ini Indonesia mini, terlengkap ada di Papua,” ujarnya.



Seperti diketahui, saat ini ustaz kondang asal Riau tersebut sedang berada di Bumi Cendrawasih dalam rangka safari dakwah.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammaduyah Papua, DR Mulyadi Djaya mengatakan, selama di Papua UAS akan melakukan ceramah sebanyak lima kali, dan pada Ahad siang ini, UAS akan kembali dari Raja Ampat menuju Kota Sorong dengan menumpang perahu cepat.

Perjalanan laut menuju ke Kota Sorong itu ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Rencananya di Sorong dia akan memberikan tausiah sebanyak dua kali, yakni pada sore hari ini dan besok Subuh. Setelah itu UAS akan meninggalkan Papua Barat.

‘’Jadi selama Papua Barat UAS akan memberi ceramah lima kali. Rinciannya sebanyak tiga kali di Raja Ampat dan dua kali di Sorong. Sabtu sore kemarin pun UAS memberikan ceramah di Polres Sorong,’’ kata Mulyadi.

Mulyadi melanjutkan, dengan ceramah diberikan dalam ilmu yang dalam dan selingi cerita yang lucu UAS mampu membawa ribuan pengunjung tak beranjak di lapangan masjid Agung Nurul Yaqin, Waisai, Raja Ampat. “Ceramahnya memukau, walaupun sempat terhenti karena listrik padam.”

“Tabligh Akbar pertama dari UAS di bumi Cenderawasih tersebut dihadiri juga oleh Bupati Raja Ampat, Ketua MUI Papua Barat, Kapolres, dan tokoh Ormas Islam setempat,’’ katanya lagi.

Seperti diketahui masyarakat Muslim itu sangat banyak di Papua Barat, termasuk di kota Sorong dan Raja Ampat. Mereka tak hanya terdiri dari kalangan penduduk asli dan kaum pendatang. Semuanya selama ini hidup berdampingan dengan damai.

Bahkan sekolah dan universitas milik Perguruan Muhammadiyah mayoritas siswa dan mahasiswanya adalah beragama non Islam. Mereka tetap dapat belajar dengan tenang dan tak ada persoalan apa pun terkait soal beda keyakinan itu. Salah seorang anggota PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, bahkan menuangkan keadaan ini dalam sebuah disertasi.

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: