22 Agustus 2018
Home / News / Nasional / Tiga saudara akhiri hidup dengan gantung diri

Tiga saudara akhiri hidup dengan gantung diri

(ilustrasi)

Probolinggo (RiauNews.com) – Kekompakan tiga saudara ini tak boleh ditiru. Pasalnya, warga asal Dusun Curah Watu, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ini, hidupnya berakhir dengan tragis, yakni sama-sama menghabisi nyawa sendiri dengan cara gantung diri. Namun mereka tidak tewas sekaligus, melainkan dalam rentang waktu beberapa tahun.

Laman Jawa Pos radar Bromo pada Jumat (20/10/2017) menguraikan, yang pertama kali gantung diri adalah Nur Salim (50) kakak tertua, ditemukan tewas gantung diri pada 2009 lalu. Selanjutnya Aryono, anak kedua ditemukan tewas tak bernyawa pada 2011.

Pada Kamis petang (19/10) kemarin giliran si bungsu Tihab (45), ditemukan warga gantung diri sekitar pukul 17.30 di rumahnya.



Adalah Misa, 60 tetangganya yang pertama kali menemukan kondisi Tihab tewas dengan cara gantung diri.

“Saya hendak ater-ater (mengantar) makanan ke rumah Tihab. Sebab, adat di desa kami, tiap Kamis malam Jumat saling mengirim makanan antar tetangga,” katanya.

Saat itu, Misa mendapati rumah Tihab dalam dalam terbuka saat hari sudah gelap. Sehingga ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam. Saat tiba di ruang tengah itulah, ia dibuat terkejut, karena mendapati Tihab dalam kondisi tergantung dengan menggunakan tali plastik.

Misa pun langsung berteriak minta tolong. Selanjutnya, datang Untung dan Sali, tetangga lainnya. Mereka pun lantas menurunkan Tihab.

Kepada wartawan Sali (40) mengatakan saat itu kondisi Tihab sejatinya masih hidup. “Kami beri minum air. Namun, air itu tidak bisa diminumnya. Tak lama setelah itu, ia meninggal,” katanya.

Tak berselang lama, petugas polisi pun datang. Kanitreskrim Polsek Leces, Aiptu Rosimin mengatakan, saat pihaknya datang, korban sudah meninggal.

Menurut Rosimin, korban nekat gantung diri lantaran diduga frustrasi. Sebab, korban selama ini hidup sebatang kara.
“Sebelumnya, 2 saudaranya juga meninggal gantung diri. Tihab ini yang ke tiga gantung diri,” terangnya.

Tepisah, Kapolsek Leces, AKP Sugeng Wikanto mengatakan, pihaknya tak menemukan tanda kekerasan pada korban. Pada kemaluan korban juga mengeluarkan air mani.

Petugas Puskesmas Leces juga menyebut korban meninggal karena bunuh diri. Lantaran itu, polisi tak melakukan otopsi pada jenazah korban.***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: