20 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Ternyata sudah 87 ormas asing beroperasi di Tanah Air

Ternyata sudah 87 ormas asing beroperasi di Tanah Air

Salah satu ormas asing “Greenpeace” yang sempat melakukan aksi di Riau beberapa waktu lalu. (Kredit Foto: Greenpeace)

Jakarta (RiauNews.com) – Di saat pemerintah memperketat pengawasan dan pendirian organisasi masyarakat (Ormas) dalam negeri, ternyata di sisi lain Pemerintah Indonesia memilih untuk membuka akses seluas-luasnya bagi ormas asing untuk beroperasi di Tanah Air sesuai UU No. 17 tahun 2013.

Meski demikian, menurut Kementerian Luar Negeri yang diberi mandat sebagai koordinator untuk memberikan izin, ormas asing tersebut harus tetap melakukan registrasi untuk memperoleh izin lewat pihak berwenang di Indonesia.

“Kami membentuk unit khusus direktorat sosial budaya dan organisasi negara berkembang di bawah Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral. Tentunya kami juga berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam memberikan izin,” terang Sekretaris Jenderal Kemlu, Mayerfas, di Ruang Singosari, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Dalam menjalankan pemberian izin ormas asing, pemerintah tentu saja mempertimbangkan aspek mudharat dan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya, ormas asing harus sesuai dengan rencana kerja kementerian mitra sekaligus kesesuaian program dengan pemerintah daerah.

“Jangan sampai jalan sendiri tanpa komunikasi dan kerjasama. Yang kedua, ormas perlu diarahkan untuk mendukung penguatan program pelaksanaan pemerintah. Jangan sampai malah tidak sejalan,” jelas Mayerfas.

Selaku koordinator tim perizinan ormas asing, Kemlu juga meluncurkan buku direktori ormas asing di Indonesia untuk 2017. Direktori ini mencatat ormas asing dan ormas asing pelaksana kerjasama yang telah terdaftar resmi dan secara legal beroperasi. Direktori tersebut akan diperbarui secara periodik sesuai hasil peninjauan ulang terhadap ormas-ormas asing tersebut.

Hingga saat ini, sudah ada 83 ormas asing yang diberi izin beroperasi di Indonesia selama 2017. Ormas asing asal Amerika Serikat mendominasi dengan jumlah 31 organisasi, disusul oleh Inggris dengan 11 organisasi, serta Jerman dan Belanda yang masing-masing berjumlah sembilan buah. *** (okz)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: