26 September 2018
Home / News / Nasional / Tensi tinggi Sandiaga-Ridwan Kamil berakhir di kedai kopi

Tensi tinggi Sandiaga-Ridwan Kamil berakhir di kedai kopi

Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil ngobrol akrab di sebuah warung kopi di Jakarta. (Kredit: Instagram)

Jakarta (RiauNews.com) – Ketegangan akibat saling sindir antara bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK berakhir di kedai kopi. Keduanya sepakat bertemu untuk mengklarifikasi dan meredam kesalahpahaman yang sempat menjadi sorotan publik.

Pertemuan berlangsung di salah satu kedai kopi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018) malam. Sandiaga sengaja merahasiakan pertemuan tersebut dari media agar tidak diliput.



“(Pertemuannya) seru sih. Jadi tentunya ada kesalahpahaman dan saya yang paling pertama minta maaf, walaupun pernyataan itu tidak ditujukan kepada RK maupun koalisi tetapi Pak RK sepertinya tersinggung,” ujar Sandiaga usai main basket di halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/9).

Sandiaga menyebut dirinya cukup lama bersahabat dengan pria yang karib disapa Kang Emil tersebut. Dia tidak mau persahabatannya rusak gara-gara kesalahpahaman yang berkepanjangan.

“Salah satu rule of the game saya adalah kalau ada kesalahpahaman secepat mungkin diklarifikasi dan saya langsung minta ketemu. Beliau kebetulan ada di Jakarta, ajak ngopi ya kita ngopi bareng dan nggak nyampe semenit selesai isunya, dan abis itu kita ngobrol-ngobrol,” katanya.

Pertemuan berlanjut dengan obrolan-obrolan ringan disertai saling puji antartokoh muda tersebut. Keduanya juga sepakat untuk tidak mudah dibenturkan oleh media.

“Dan ya begitu mestinya nggak usah diperpanjang, nggak usah diperuncing, nggak usah dibesar-besarkan. Dua sahabat ngobrol, ngopi, kopinya kopi Jawa Barat lagi, jadi kopi juara dunia,” mantan Wagub DKI Jakarta itu mengenang.

Hubungan Sandiaga dan Ridwan Kamil sempat memanas di tengah tensi politik yang kian meninggi. Kedua tokoh muda itu terlibat saling sindir.

Ketegangan bermula saat Sandiaga mengimbau kepala daerah tidak ikut-ikutan mengurusi Pilpres 2019. Bukan tanpa sebab, imbauan tersebut bertepatan dengan sikap beberapa kepala daerah, sebut saja Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pernyataan Sandiaga mendapat reaksi keras dari Ridwan Kamil. Mantan Wali Kota Bandung itu balik menyindir agar Sandiaga bercermin. Kang Emil menyebut, Sandiaga juga sempat ikut kampanye Pilgub Jateng untuk Sudirman Said, padahal ia kala itu masih menjabat sebagai Wagub DKI.

Mengetahui pernyataannya mendapat reaksi keras dari Ridwan Kamil, Sandiaga pun meminta maaf. Dia berdalih, imbauannya tersebut hanya ditujukan kepada kepala daerah yang berasal dari partai pengusung Prabowo-Sandiaga.***

Sumber: Liputan 6

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: