20 Januari 2018
Home / News / Nasional / Tembok tebal kasus penyiraman air keras Novel Baswedan

Tembok tebal kasus penyiraman air keras Novel Baswedan

Mata penyidik KPK Novel Baswedan yang terlihat rusak akibat siraman air keras.

Jakarta (RiauNews.com) – Polisi seperti membentur tembok tebal saat berhadapan dengan kasus penyiraman air keras yang terjadi atas diri Novel Baswedan, salah satu penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi.

Memasuki hari ke-206 dan telah memeriksa sebanyak 60 orang saksi, belum satu pun ditemui titik terang siapa pelakunya.



“Jumat (03/11) kemarin kami datang ke Polda Metro dan mendapat paparan perkembangan terakhir. Jadi dari yang sudah dipaparkan oleh Polda Metro ada saksi-saksi yang diperiksa, sudah sebanyak 60 saksi terus kemudian juga barang bukti dan sebagainya,” kata Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Pongky Indarti di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (04/11/2017).

Pongky mengatakan dalam menyelidiki kasus Novel, Polri sudah menggunakan metode investigasi kriminal yang canggih.

“Mereka juga sudah bisa menyampaikan bahwa mereka menggunakan scientific crime investigation,” kata Pongky.

Karena itu, saat datang ke Polda pada hari Jumat kemarin, Kompolnas juga menanyakan saksi-saksi yang pernah ditangkap namun dilepas kembali oleh polisi. Sebab, bisa saja saksi yang dilepas tersebut memiliki alibi tersendiri, dengan tujuan supaya lepas dari jeratan hukum.

“Jadi kami masih melihat polisi dalam hal ini masih dalam on the right track dalam memeriksa kasus ini,” katanya.

Seperti diketahui, Novel disiram air keras seusai menunaikan shalat subuh di Masjid Al-Ikhsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April lalu. Akibat kejadian itu, Novel harus dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: