18 November 2018
Home / News / Nasional / Tanggapi twit SBY, Jaksa Agung: Cuma Tarzan seperti itu

Tanggapi twit SBY, Jaksa Agung: Cuma Tarzan seperti itu

Jaksa Agung Prasetyo.

Jakarta (RiauNews.com) – Jaksa Agung Prasetyo mengatakan cuitan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebenarnya tak perlu ditanggapi, sebab di Indonesia memang tidak terjadi hukum rimba seperti apa yang dibicarakan.

“Tidak perlu khawatir lah. Semua kan selalu terbuka. Tidak ada sesuatu yang bisa disembunyikan,” ujar di Istana Kepresidenan, Rabu (18/4/2018).



Dikutip dari laman Republika, Prasetyo mengatakan, sejak dahulu tidak ada hukum rimba yang diterapkan di Indonesia. Penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat sudah sesuai dengan undang-undang dan tidak mementingkan orang-orang kuat.

Baca: SBY ingatkan penegak hukum agar tidak kesusupan agen poltik

“Dari dulu juga enggak ada hukum rimba dong. Enggak ada penegakan hukum rimba. Itu zaman dulu kala mungkin seperti itu. Cuma Tarzan seperti itu. Ini (Indonesia sekarang) kan enggak,” ujarnya.

Menurut dia, semua prosedur hukum di Indonesia saat ini sudah serbaterukur dan berjalan berdasarkan bukti dan fakta yang ada. Dengan demikian seharusnya SBY tidak perlu mengimbau mengenai kewaspadaan akan hukum rimba di negara ini. Indonesia merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi hukum.

Namun perkataan jaksa agung tersebut mendapat tanggapan negatif dari para netizen.

“Jaksa Agung Sontoloyo ….apa sampeyan nggak lihat paksi nurani, kalau yang punya duit dan kuasa, hukum bisa diatur???” kata Emil Yanti Yosfatma melalui facebook @emil.yantiyosfatma.

Sementara netizen lainnya, juga lewat facebook, Asep Dedi mengomentari bahwa masyarakat mengenal fakta yang jauh berbeda dari yang ucapkan jaksa agung.

“Itu kata anda,sebagai jaksa agung .Tetapi masyarakat mengenal faktanya jauh berbeda,yang dijunjung tinggi dan diagungkan bukan hukum ,namun hukuman bagi orang kuat tidak sama dengan yang lemah.Benar kata Pak Sby !” kata Asep.

Sebelumnya SBY pada Selasa (17/4/2018) kemarin memposting beberapa cuitan terkait satu tahun jelang pilpres. Dalam salah satu twitnya tersebut, SBY berharap agar Pemerintah Indonesia tidak menerapkan hukum rimba, yakni yang kuat pasti menang dan yang lemah akan kalah.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: