Home / News / Nasional / Tahukah anda, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI

Tahukah anda, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI

Kaum perempuan ikut serta dalam aksi bela Palestina yang diselenggarakan pada Ahad (17/12/2017), dan berpusat di silang Monas, Jakarta. (Kredit: Republika)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Hari ini, Ahad (17/12/2017), jutaan masyarakat Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina, yang menunjukkan kepada dunia betapa eratnya hubungan antara kedua negara dan besarnya dukungan dari Indonesia atas kemerdekaan Palestina.

Aksi ini yang mendapat dukungan langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dan dihadiri juga berbagai tokoh Muslim terkemuka tanah air, seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, KH Abdullah Gymnastiar, dan lain-lainnya.

Said Aqil menegaskan dukungannya dalam aksi tersebut dan menilai bahwa Indonesia telah berhutang budi dengan Palestina.

“Saya dukung (aksi bela Palestina), saya katakan kita punya utang budi pada Palestina karena Palestina-lah bangsa Arab yang pertama kali mengakui kemerdekaan, setelah itu baru Mesir dan Arab,” tegasnya.



Sejarah mencatat, Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.

Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.

Dalam buku yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc pada halaman 40 itu juga diterangkan bahwa pengakuan Mufti Besar Palestina, Amin Al-Husaini diumumkan melalui Radio Berlin berbahasa Arab. Berita yang disiarkan melalui radio tersebut terus disebarluaskan selama 2 hari berturut-turut. Bahkan buletin harian “Al-Ahram” yang terkenal juga menyiarkan berita itu.

Saat itu, Amin Al-Husaini diketahui tengah bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II. Ulama kharismatik tersebut mengumumkan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia di tengah situasi sulit. Ia diketahui tengah berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.

Tak hanya memberi dukungan, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini kemudian mendesak Negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengikuti jejaknya. Seruan yang disampaikan Muhammad Amin Al-Husaini ini kemudian disambut baik oleh Mesir. Setelah Palestina, Mesir jadi negara selanjutnya yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir mengakui kedaulatan Republik Indonesia tepatnya pada 22 Maret 1946.

Setelah itu, negara Arab lain yang mengikuti jejak Palestina dan Mesir adalah Suriah, Irak, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Keputusan Liga Arab untuk memberikan dukungan pada Indonesia dilandasi pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan. Hingga detik ini, Indonesia menjadi negara yang terus konsisten membela Palestina untuk segera meraih kemerdekaannya mengingat jasa negara Islam tersebut di masa lalu.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: