11 Desember 2018
Home / News / Nasional / Sugarin : Kondisi alam dan cuaca menjadi penentu penyelamatan korban bencana

Sugarin : Kondisi alam dan cuaca menjadi penentu penyelamatan korban bencana

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tanjung Priok, Sugarin, foto bersama peserta Diklat SAR Mission Coordinator yang diadakan Basarnas, (14/11/2018)

 

 

Jakarta (RiauNews.com) – Dalam menangani korban musibah akibat bencana alam atau kecelakaan transportasi laut maupun udara, mengetahui kondisi alam dan cuaca merupakan salah satu faktor terpenting untuk mengambil tindakan pencarian dan penyelamatan di lapangan.

“Kondisi alam dan cuaca terkini mesti dipahami dulu sebelum melakukan tindakan pencarian dan penyelamatan korban bencana, kalau tidak justru akan menimbulkan masalah bagi tim penyelamat di lapangan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tanjung Priok, Sugarin kepada RiauNews, Ahad (18/11/2018).

Sugarin mengilustrasikan ketika ada bencana alam terkait gempabumi misalnya, pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) tentu saja akan melakukan koordinasi dengan Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna mengetahui apakah ada gempa susulan yang membahayakan atau tidak, sehingga tim evakuasi dapat menentukan skenario penyelamatan korban dengan akurat.

“Setiap kali Basarnas melaksanakan diklat Kordinator Misi Pencarian dan Pertolongan, atau Search and Rescue (SAR) Mission Coordinator, salah satu materi yang disajikan adalah tentang bagaimana mendapatkan informasi cuaca dengan akurat,” ujar Sugarin.

Terkait hal tersebut, Sugarin mengatakan pihaknya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan Basarnas, makanya setiap Basarnas mengadakan diklat SAR Mission Coordinator, dipastikan akan ada pembicara dari BMKG sebagai pemateri.

“Baru- baru ini, kita juga diminta mengisi materi oleh Basarnas dalam diklat SAR Mission Coordinator dengan jumlah peserta 30 orang, tepatnya 14 November 2018 lalu,” imbuh Sugarin yang pernah menjabat Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru.

Komentar
%d blogger menyukai ini: