18 November 2018
Home / News / Nasional / Setelah ‘politikus sontoloyo’ kini Joko Widodo bilang ada ‘politik genderuwo’

Setelah ‘politikus sontoloyo’ kini Joko Widodo bilang ada ‘politik genderuwo’

Presiden Joko Widodo.

Tegal (RiauNews.com) – Presiden Joko Widodo menambah koleksi istilah yang dipakai jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Setelah beberapa waktu lalu melontarkan ada ‘politikus sontoloyo’, kini ada ‘politik genderuwo’ yang dilontarkannya saat ditemui wartawan di Gelanggang Olahraga Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Jokowi melihat bahwa sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.



“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu,” ucapnya.

Presiden memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai “politik genderuwo”, politik yang menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti,” tuturnya.

Presiden berharap agar cara-cara berpolitik serupa itu segera ditanggalkan. Sudah selayaknya bagi masyarakat untuk memperoleh contoh politik yang baik dan menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: