10 Desember 2018
Home / News / Nasional / Sekjen Muhammadiyah: Penyerangan terhadap tokoh Islam sistematis

Sekjen Muhammadiyah: Penyerangan terhadap tokoh Islam sistematis

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Jakarta (RiauNews.com) – Teror dan penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama Islam diindikasikan dilakukan secara sistematis oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dan meminta agar polisi harus menuntaskan kasus ini secepatnya.

“Tidak mungkin orang gila memilih sasaran atau korban. Sebagian besar korban adalah ulama. Setelah sebelumnya ulama dari Persis, sekarang ulama Muhammadiyah,” kata Mu’ti yang dikutip Republika.



Mu’ti mengatakan, terdapat pihak yang “memancing di air keruh”, berusaha menebar teror dan ketakutan di kalangan masyarakat dan mengadu domba kalangan ulama dengan kelompok tertentu. Ia menilai, fenomena orang gila tersebut mirip dengan teror ‘kolor ijo’ semasa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Saya tidak percaya pelaku adalah orang gila sampai ada pembuktian secara medis oleh dokter jiwa. Yang gila adalah perbuatannya, bukan orangnya. Sekali lagi polisi harus sigap dan segera bertindak,” tambahnya.

Dalam hal ini, ia mengimbau agar warga Muhammadiyah tidak terpancing dengan insiden tersebut. Ia mengatakan, semua elemen Muhammadiyah harus meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga para tokoh dan keluarganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok diserang oleh pria yang diduga penderita sakit jiwa, sebelum beliau melaksanakan shalat Zuhur, Ahad (18/2/2018).***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: