Home / News / Nasional / SBSI nilai gejolak akibat Perpres TKA mulai tumbuh

SBSI nilai gejolak akibat Perpres TKA mulai tumbuh

Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan.

Jakarta (RiauNews.com) – Gejolak-gejolak yang merupakan imbas kebijakan Peraturan Presiden 20/2018 tentang kemudahan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk bekerja di tanah air mulai tumbuh. Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan dalam sebuah diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

“Saya tidak dalam rangka memanas-manasi, tetapi gejolak buruh di lapangan itu sedang terjadi,” kata Muchtar sebagaimana dilansir laman Republika.



Dia mengatakan, gejolak tersebut muncul karena jumlah TKA, terutama yang berasal dari Cina sudah banyak di sejumlah perusahaan. Jika pemerintah tak mampu menyelesaikan masalah ini, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kalau nanti buruh Cina itu makin banyak, ya bisa jadi menimbulkan kekerasan di mana-mana. Bisa jadi buruh cina itu diintimidasi di luar atau di dalam perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adinegara juga mengkritisi Perpres tersebut. Dia berpendapat, inti Perpres tersebut tetap memudahkan TKA bekerja di Indonesia, meski pemerintah selalu berdalih aturan itu untuk menyederhanakan birokrasi.

“Jadi kita tidak lagi berputar-putar dengan kata itu, apapun itu alasannya, pada intinya Perpes itu adalah memudahkan TKA bekerja di Indonesia,” kata Bhima dalam diskusi yang sama. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: