20 September 2018
Home / News / Nasional / Rilis daftar dari oleh Kemenang dinilai blunder buat Jokowi

Rilis daftar dari oleh Kemenang dinilai blunder buat Jokowi

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Jakarta (RiauNews.com) – Inisiatif Kementerian Agama RI yang mengeluarkan rilis 200 dai/penceramah yang direkomendasikan, dinilai menjadi blunder Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang disisi lain sedang intensif melakukan pendakatan pada para ulama dan tokoh-tokoh Islam.

Pandangan ini disampaikan Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), Toto Izul Fatah yang mengatakan, rilis tersebut tidak hanya mengganggu citra Kemenag, namun juga mengganggu citra Jokowi.



“Sangat disesalkan pilihan sikap Kementerian Agama yang kurang peka dengan perkembangan situasi politik saat ini, di mana Presiden Jokowi sedang gencar membangun komunikasi harmonis dengan kalangan Islam, khususnya para tokoh tokoh Islam, tiba-tiba mengeluarkan rilis rekomendasi 200 Dai,” kata Toto Izul Fatah, Sabtu (19/5).

Apalagi, lanjut Toto, rilis itu keluar pada saat momentum duka pasca terjadinya rentetan isu teroris di sejumlah wilayah yang menelan banyak korban jiwa.

Dalam konteks ini, menurut Toto, Kementerian Agama seolah-olah sedang memberi kesan atribusi terhadap sejumlah tokoh Islam. Seolah ada dai atau penceramah agama, antara yang radikal, dengan dai yang moderat anti teroris.

“Padahal, dari sejumlah tokoh agama itu, rasanya tak ada satu pun dai yang pro teroris. Mereka sepakat berjamaah mengecam teroris,” ungkapnya.

Sementara alasan mengeluarkan list tersebut, menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam siaran pers mengatakan bahwa pihaknya sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” ujar Lukma di Jakarta, Jumat (18/5).

Menag menjelaskan, pada tahap awal Kemenag merilis 200 daftar nama muballigh. Ratusan mubaligh tersebut, kata Menag, dipilih karena memenuhi tiga kriteria.

“Yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi,” ucap dia.

Daftar nama ini merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Namun, para muballigh yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut. “Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi,” ucap Lukman.*** (Republika)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: