10 Desember 2018
Home / News / Nasional / Ribuan massa blokir Jalan Bypass Padang

Ribuan massa blokir Jalan Bypass Padang

Sisa material yang dibakar warga saat memblokir Jalan Bypass Kota Padang. (Kredit: Viva.co.id)

Padang (RiauNews.com) – Ribuan massa yang mengatasnamakan diri Forum Nagari Tigo Sandiang, melakukan aksi demo dan pemblokiran ruas Jalan Bypass Kota Padang, pada Rabu (13/12/2017) malam hingga Kamis dini hari tadi.

Massa yang berasal dari empat kecamatan di Kota Padang, yakni Koto Tangah, Kuranji, Pauh, dan Nanggalo ini untuk mendesak polisi agar membebaskan dua warga yang sebelumnya ditangkap dan ditahan, karena dituduh merusak tiang pancang di tanah yang diklaim milik ahli waris kaum Maboet.



Dilansir Viva.co.id, aksi pemblokiran itu juga bentuk kekesalan warga terhadap persoalan tanah yang tak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kota. Warga bersengketa dengan ahli waris dari kaum Maboet, yakni Lehar.

Soalnya, Lehar yang juga memiliki surat salinan Landraad Nomor 90 Tahun 1931 mengklaim kaumnya memiliki hak atas tanah seluas 765 hektare di empat kelurahan itu.

Menurut warga, dalam surat salinan Landraad Nomor 90 Tahun 1931 itu, kaum Maboet hanya memiliki lahan seluas 2,5 hektare di kawasan Dadok Tunggul Hitam. Namun, Lehar kemudian malah mengklaim tanah miliknya seluas 765 hektare yang tersebar di empat kecamatan.

Pengadilan Negeri Padang telah membuat keputusan yang dituangkan dalam putusan Nomor 04/PDT.G/2016/P.PDG. Keputusan ini didasari putusan Landraad Nomor 90 Tahun 1931. Putusan berisi pengakuan tanah atas milik kaum Maboet seluas 675 hektare dan membentang di enam kelurahan, di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Pauh, dan Koto Tengah.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: