Home / News / Nasional / Polisi panggil dokter yang sebut kematian KPPS janggal

Polisi panggil dokter yang sebut kematian KPPS janggal

dr Robiah Khairani Hasibuan dalam sebuah acara di stasiun tvOne.

Jakarta (RiauNews.com) – Polda Metro Jaya akan memeriksa seorang dokter bernama Robiah Khairani Hasibuan atau yang dikenal dengan dokter Ani pada Jumat (17/5). Ani diperiksa soal ucapannya yang menyebut kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) janggal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan soal agenda pemeriksaan tersebut.



“Ya betul ada pemanggilan,” ujarnya sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (16/5/2019).

Baca: Hingga Sabtu ini petugas KPPS yang meninggal capai 438 orang

Argo menjelaskan Ani dipanggil berkaitan dengan ucapan janggalnya kematian petugas KPPS.

Ani sempat berucap jika kematian 573 KPPS merupakan pembantaian pemilu. Dia juga menyebut bahwa ditemukan senyawa kimia pemusnah massal dari kematian tersebut.

“Iya [diperiksa] soal kematian KPPS,” tuturnya.

Baca: Mer-C sebut ganjil jika petugas KPPS meninggal karena kelelahan

Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya yang terdaftar S.Pgl/1158/V/RES. 2.5/2019/Dit.Reskrimsus, Ani dipanggil pada Jumat untuk diklarifikasi soal ucapannya tersebut. Ani telah dilaporkan terkait ucapannya itu di salah satu pemberitaan.

Laporan polisi terhadap Ani terdaftar dalam nomor : LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 12 Mei 2019.
Ani dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 35 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat 1 Jo Pasal 56 KUHP.

Pasal-pasal itu terkait dugaan tindak pidana informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan atau penyebaran berita bohong yang membuat keonaran rakyat, dan atau penyebaran berita yang tidak pasti, berkelebihan, atau tidak lengkap.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: