23 Januari 2018
Home / News / Nasional / Polda Kepri amankan pilot Citilink yang minum obat flu namun diduga konsumsi narkoba

Polda Kepri amankan pilot Citilink yang minum obat flu namun diduga konsumsi narkoba

Salah satu pesawat milik maskapai Citilink.

Batam (RiauNews.com) – Seorang pilot dari maskapai Citilink berinisial AK diamankan Kepolisian Kepulauan Riau karena diduga mengkonsumsi narkoba. Namun, penjelasan dari Wakil Direktur Humas Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar, Sabtu (23/12/2017), pilot yang bersangkutan memang lagi flu dan sudah mengantongi surat keterangan dari dokter sehingga mengkonsumsi obat flu yang mengandung dextromethorphan.

“Laporan yang kami terima, pilot dengan inisial AK memang sedang flu dan dilengkapi dengan surat dokter yang sah. Itu juga sudah ditunjukkan ke tim Polda Riau di Batam. Jadi, belum ada bukti kuat konsumsi narkoba tetapi obat flu dengan kandungan dextromethorphan,” ujarnya.



Butarbutar mengatakan pemeriksaan awal dari pihak Polda Kepri tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan indikasi narkoba. Itu pun butuh waktu sekitar dua minggu. “Jadi apa yang terjadi masih dugaan,” tegasnya.

Diterangkannya, selama ini AK tidak pernah terlibat kasus narkoba. Namun saat peristiwa itu terjadi, AK dalam kondisi kurang sehat sehingga mengonsumsi obat batuk sesuai resep dokter yang sah.

Sejauh ini, AK bekerja sesuai komitmen dan tidak ada keluhan. Bahkan saat pemeriksaan AK bekerjasama secara kooperatif dengan menunjukkan obat batuk yang dijual umum sesuai dengan resep dokter. Ia menyatakan manajemen Citilink Indonesia memiliki komitmen Indonesia mendukung upaya pencehahan dan pemberantasan narkoba. Karena itu, perusahaan ini tidak menolelir karyawannya terlibat narkoba.

Akibat peristiwa pengamanan terhadap AK, penerbangan Citilink Indonesia QG 885 rute Batam – Kualanamu sempat tertunda selama tiga jam, karena menunggu pilot pengganti.

“Namun kemudian kondisi berlangsung normal seperti biasa dan aman,” tuturnya. Saat ini Citlink sedang menyiapkan klarifikasi mengenai pemberitaan miring tersebut yang dapat mempengaruhi nama baik perusahaan.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: