Home / News / Nasional / Perilaku menyimpang Harimau Bonita diteliti Yayasan Arsi Djojohadikusumo

Perilaku menyimpang Harimau Bonita diteliti Yayasan Arsi Djojohadikusumo

Bonita, harimau Sumatera saat tertangkap kamera kamera trap di Inhil beberapa waktu lalu. (Kredit: istimewa)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Harimau Sumatera bernama Bonita yang telah membuat resah masyarakat, terutama yang berada di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, karena telah membunuh dua orang, kini menjadi bahan penelitian Yayasan Arsari Djojohadikusumo, usai berhasil ditangkap pada Jumat (20/4/2018).

Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Catrini Pratihari Kubontubuh pada jumpa pers penangkapan Bonota di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Pekanbaru, Sabtu (21/4), mengatakan bahwa pihaknya tertarik melakukan penelitian terhadap perilaku Bonita yang diketahui menyimpang dari harimau liar pada umumnya.



Menurut Catrini, selama proses evakuasi Bonita menunjukan perilaku yang berbeda. Kucing besar yang terancam punah itu sangat tenang dan hanya sekali mengaum pelan selama diperjalanan.

“Kami baru pertama ini menemukan saat translokasi harimau sumatera tidak banyak mengaum. Bonita hanya sekali mengaum dan tidak keras, padahal biasanya (harimau) mengaum ketika diberi senter ke arah mata,” katanya.

Baca: Harimau Sumatera hanya tersisa 400-an ekor, 190 di Riau

Selain itu, Bonita terlihat asyik jilat-jilati kakinya selama evakuasi, seperti merasa nyaman.

“Mungkin ini bagian dari perubahan perilaku,” lanjut Catrini.

Bonita selama ini juga kerap keluar pada siang hari, berbeda dengan spesiesnya yang lebih suka keluar pada saat hari telah gelap. Selain itu, Bonita juga tidak takut ketika berpapasan langsung dengan manusia.

“Ini (alasan) kenapa kami kirimkan surat kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya bisa merehabilitasi Bonita karen ada perubahan perilaku. Ini kesempatan untuk diteliti lebih lanjut,” tambahnya.

Baca: Bonita berhasil ditangkap dengan ditembak bius

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan berhasil menangkap Bonita pada Jumat (20/4). Yayasan Arsi ikut dalam tim gabungan yang dibentuk BBKSDA Riau untuk menangkap Bonita, harimau Sumatera yang telah menewaskan dua warga di Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Dalam tim tersebut, kami menerjunkan dua dokter hewan andalan kami,” katanya.

Harimau betina yang diperkirakan berusia empat tahun itu, kini dalam proses evakuasi menuju Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera (PR-HSD) di Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Fasilitas milik Yayasan Arsi tersebut didesain sebagai pusat penyelamatan, rehabilitasi dan lepas liar harimau Sumatera dan satwa endemik Sumatera lainnya.

Ia menambahkan, kini PR-HSD Yayasan Asri juga sedang merehabilitasi seekor harimau Sumatera yang sebelumnya ditangkap di Agam, Provinsi Sumatera Barat.***(antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: