23 November 2017
Home / News / Nasional / Pengemudi angkutan konvensional Aceh tolak yang berbasis online

Pengemudi angkutan konvensional Aceh tolak yang berbasis online

Angkutan kota “labi-labi” di Kota Banda Aceh. (Kredit Foto: Helloacehku)

Banda Aceh (RiauNews.com) – Kehadiran transportasi berbasis online di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, mendapat penolakan dari sejumlah pengemudi angkutan tradisional yang sudah lama eksis.

Ratusan abang becak dan sopir labi-labi atau angkutan kota yang tergabung dalam Koalisi Transportasi Aceh, menyampaikan aspirasi mereka tersebut dalam aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Senin (16/10/2017).



Seperti dilansir lama Antara, Ketua Koalisi Transportasi Aceh, Supriadi, menyatakan, di Aceh, khususnya Banda Aceh, semakin marak beroperasi kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, beroperasi menjadi angkutan umum berbasis online.

“Hal ini telah menimbulkan gejolak, terutama operator angkutan umum konvensional seperti mobil rental, abang becak, hingga sopir labi-labi,” katanya.

Supriadi menambahkan, pengoperasian kendaraan bermotor bukan angkutan umum menjadi angkutan umum melanggar UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan.

Praktik ini juga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang angkutan jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 82/2012 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik.

“Kehadiran angkutan berbasis online telah menimbulkan keresahan dan konflik di kalangan pengusaha angkutan resmi dan pengemudi angkutan konvensional,” ungkapnya.***

Baca Juga

PAN berharap Golkar ganti Ketua DPR

Jakarta (RiauNews.com) – Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat ini berstatus sebagai tersangka korupsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *