26 May 2017
Home / News / Nasional / Pengamat nilai kata “gebuk” Presiden Jokowi pertanda pemerintah emosional

Pengamat nilai kata “gebuk” Presiden Jokowi pertanda pemerintah emosional

Presiden Joko Widodo dalam sebuah rapat. (Kredit Foto: Republika)

Jakarta (RiauNews.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan menggebuk organisasi masyarakat (ormas) yang tak sesuai dengan konstitusi negara. Kendati demikian, pernyataan Jokowi dinlai sebagai sikap reaktif.

Dilansir oleh Republika, Jumat (19/5/2017), pengamat hukum tata negara dari Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan menilai, pernyataan Jokowi dapat dimaknai sebagai ungkapan reaktif menanggapi kegaduhan ormas akhir-akhir ini. Seharusnya, kata dia, Jokowi menindaklanjuti pernyataannya tersebut dalam konteks ketatanegaraan dan yang sesuai hukum.

“Kalimat itu tidak bermakna apapun dalam tata negara. Padahal itu kesempatan bagi dia (Jokowi) untuk membuat pernyataan ketatanegaraan bagaimana menyikapi ormas yang tidak sesuai hukum,” jelasnya, Jumat.

Lebih lanjut, Asep menilai, selama ini pemerintah lemah dalam memberikan pembinaan terhadap ormas agar sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Dengan adanya pembinaan dan pendekatan secara persuasif dari pemerintah terhadap ormas, ia meyakini kegaduhan yang ditimbulkan oleh ormas dapat ditekan.

Asep pun menyarankan pemerintah agar melakukan kajian yang lebih mendalam dengan para tokoh terkait penanganan ormas.  “Bukan dengan cara seperti ini. Ini kesannya seperti kehilangan akal, dalam bahasa psikologis itu emosional, padahal yang dibutuhkan itu rasionalitas,” ujarnya.

Hisbut Tahrir Indonesia, salah satu ormas yang dianggap tak sesuai dengan NKRI sehingga pemerintah berencana untuk membubarkannya.

Ia justru khawatir, pernyataan itu bisa menjadi tindakan yang membahayakan yang memicu aksi represif, opresif, dan koersif.

Sebelumnya, Jokowi menekankan agar ormas yang tak sesuai dengan konstitusi dan koridor hukum agar diberantas.

“Yang mau menyampaikan aspirasi, silakan saja. Tapi harus dalan koridor hukum yang benar. Kalau nggak sesuai konstitusi, gebuk saja,” tutur Presiden dalam pertemuan dengan para pimpinan media massa di Istana, Jakarta, Rabu (17/5).***

Baca Juga

Terkait bom Kampung Melayu, Kapolda Riau perintahkan personel tingkatkan kewaspadaan

Pekanbaru (RiauNews.com) – Peristiwa bom di Kampung Melayu, Jakarta pada Rabu (24/5/2017) yang menewaskan tiga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *