11 Desember 2018
Home / News / Nasional / Penembakan puluhan pekerja di Papua, warganet nilai BIN, Polri dan TNI kecolongan

Penembakan puluhan pekerja di Papua, warganet nilai BIN, Polri dan TNI kecolongan

Badan Intelijen Negara RI.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Penembakan terhadap puluhan pekerja proyek pembangunan trans Papua, pada Ahad (2/12/2018), yang mengakibatkan 19 orang tewas turut menjadi perhatian masyarakat. Melalui beragam media sosial, warganet mengecam aksi biadab tersebut dan menilainya sebagai tindakan teroris.

Namun selain mengecam aksi pembunuhan massal tersebut, warganet menilai Badan Intelijen Negara (BIN) telah kecolongan. Mereka menilai BIN tak becus dalam mengantisipasi mana yang merupakan ancaman terhadap bangsa ini sesungguhnya.

“Yg salah itu BIN terlalu sibuk menyebar intel ke mesjid2 utk memantau radikalisme, sementara yg bener2 radikal bersenjata di papua ga dipantau intel sampe 19 korban (sejauh ini) terbunuh oleh pemberontak (sesuai pernyataan menhan ryamizard) yg nyata2 ingin memisahkan diri dari nkri !!!! Kirim intel sana ke papua, tangkap semua otak opm, yg bahkan sering demo di Jakarta dg membawa bendera bintang kejora !!! Lalu densus yg spesialis ciduk teroris, coba ilmu ciduknya di papua sana wkwkwkwk,” kata akun facebook Ali.Ishak.9862

Sementara akun Facebook Bambang.Ahmadulhadi menyebut, “Miriisss kelompok yg harusnya di labelisasi Teroris….Radikal….Anti NKRI malah di sebut kelompok kriminal… Sedangkan yg berkumpul damai berdoa dan menyampaikan aspirasi di sebut…..radikal, terrorist,anti Pancasila,anti NKRI, Intoleransi dan bla…bla…..Cek..cek…cek…”

Tak ketinggalan akun Facebook cecep.kacep juga berkomentar bahwa Polri dan TNI kecolongan.

“Miris sekali Polri & TNI kecolongan….. Polri & TNI dikerahkan buat ngamanin 212 akibat hasutan para penggonggong yg ketakutan aksi 212. Padahal aman dan damai….,” ucapnya.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: