21 September 2018
Home / News / Nasional / Oposisi Indonesia dapat angin segar dari kemenangan Mahatir

Oposisi Indonesia dapat angin segar dari kemenangan Mahatir

Mahatir Mohamad yang kembali menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Jakarta (RiauNews.com) – Kemenangan Mahatir Mohamad dalam pemilu di Malaysia meniupkan angin segar kepada partai oposisi di Indonesia, yang akan bertarung pada Pemiliha Presiden 2019 mendatang.

Mahatir sendiri telah menorehkan sejarah baru dalam perkembangan politik negeri jiran tersebut, yakni kemenangan pertama partai oposisi terhadap Barisan Nasional yang telah mendominasi sejak negara tersebut merdeka dari penjajahan Inggris, 60 tahun lalu!.



“Dampak pemilu paling signifikan adalah model kampanye. Saya kira kemenangan Mahatir memberi angin segar bagi gerakan oposisi pemerintah di Indonesia,” ungkap pengamat internasional dari Universitas Jendral Sudirman, Agus Haryanto, sebagaimana dikutip dari Republika, Jumat (11/5/2018).

Dia mengatakan, bukan hal yang tak mungkin bila saat ini kubu oposisi Indonesia bisa memilih isu yang tepat dalam melawan pemerintah saat ini. Seperti halnya Malaysia, isu korupsi yang melekat pada Perdana Menteri Najib Razak mampu digunakan kubu oposisi Pakatan Harapan pimpinan Mahatir menggulingkan rezim Najib.

“Mungkin saja jika oposisi di Indonesia memilih isu yg tepat untuk ‘memukul’ pemerintah maka bisa jadi elektabilitas akan naik. Dalam kasus Malaysia, isu korupsi sudah kurang lebih dua tahun didengungkan. Saya kira oposisi di Indonesia juga akan mencoba mencari isu yang tepat,” ungkapnya.

Sehingga, menurut dia, hal ini menjadi sebuah kesempatan yang baik bagi oposisi pemerintah untuk dimanfaatkan dalam momentum Pemilu 2019 mendatang. Namun, dia juga menekankan, bila kesempatan ini gagal, tak menutup kemungkinan kubu petahana mampu memenangkan pemilu.

“Jadi, bukan sekadar gerakan ganti presiden saja, tapi masuk pada isu tertentu. Begitu juga sebaliknya jika oposisi gagal menemukan isu yang tepat maka yang akan diuntungkan adalah pemerintah,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: