21 September 2018
Home / News / Nasional / Operasi pembebasan Rutan Mako Brimob berakhir 07.15 WIB tadi

Operasi pembebasan Rutan Mako Brimob berakhir 07.15 WIB tadi

Sejumlah pasukan bantuan dari kesatuan Brimob lain di datangkan guna pengamanan Mako Brimob. (Kredit: PR)

Depok (RiauNews.com) – Setelah hampir dua hari rumah tahanan di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, “dikuasai” oleh para tahanan dengan menahan seorang petugas, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Syafruddin, mengatakan operasi pembebasan sandera telah berakhir pada Kamis (10/8/2018) pada pukul 07.15 WIB.

“Semua penanggulangan tidak ada negosisasi. Pendekatan soft approach,” ujarnya dalam konferensi pers dengan wartawan.



Wakapolri menjelaskan, 156 tahanan melakukan penyanderaan terhadap sembilan anggota Polri. “Lima diantaranya tewas, secara sadis,” katanya.

Dalam melakukan penanganan, lanjut dia, kepolisian mengedepankan upaya persuasif dan kepala dingin.

“Saya selalu katakan kepada semua tim dari semua unsur untuk berkepala dingin, walaupun teman-teman gugur dan lakukan upaya persuasif walaupun teman-teman dibantai secara sadis,” ujarnya.

Sandera terakhir yaitu Bripka Iwan Sarjana telah dibebaskan dalam terluka. Ia kemudian langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebelumnya sekitar pukul 07.00 WIB terdengan tiga kali ledakan dari arah Mako Brimob kemudian disusul suara tembakan sekali.

Parameter di Jalan Komjen Pol M Jassin tampak diperketat. Wartawan yang berupaya menuju kantor Polisi Satwa tempat biasa berkumpul pun tidak diperkenankan masuk sesaat suara ledakan terdengar. Warga yang melintas pun diberhentikan dan jalanan dipenuhi petugas bersenjata lengkap.

Insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian. Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa.

Ketika itu, pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme. Akibat insiden tersebut, lima polisi dan satu narapidana tewas. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: