Home / News / Nasional / Miris, 15 murid SD diamankan bawa senjam hendak tawuran

Miris, 15 murid SD diamankan bawa senjam hendak tawuran

Murid SD yang diamankan karena membawa senjata tajam dan hendak tawuran. (Kredit: istimewa)

Purwakarta (RiauNews.com) – Entah apa yang salah dengan dunia pendidikan di Tanah Air, sehingga segala perbuatan negatif telah merasuk hingga ke benih termuda generasi penerus bangsa.

Sebanyak 15 pelajar SDN 1 Sindangkasih diamankan karena hendak tawuran dengan SD tetangga, pada Jumat (20/4/2018) siang. Dan yang lebih memiriskan, mereka yang diamankan tersebut ketahuan membawa senjata tajam.



“Beruntung aksi tersebut digagalkan oleh sejumlah warga,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto, kepada sejumlah media, Sabtu (21/4/2018).

Purwanto mengaku prihatin dengan kasus tersebut. Pihaknya berencana akan mendatangkan psikolog untuk ikut menangani kasus ini. Rencananya, para psikolog tersebut akan diundang awal pekan depan usai para pelajar kelas enam selesai ujian.

Baca: Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fisipol Unri tawuran di kampus

Pihaknya, tambah Purwanto, akan bekerja sama dengan aparat kepolisian serta KPAI untuk menuntaskan permasalahan ini, apakah kasus ini terindikasi ada yang menunggangi atau murni inisiatif para siswa tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh orang tua untuk turut mengawasi perilaku anak-anaknya.

“Jangan hakimi para pelajar ini. Mari kita melihat permasalahan ini secara bijak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPAI Kabupaten Purwakarta, Nur Aisah Jamil, mengatakan, akan melakukan pendampingan terhadap belasan pelajar SD yang membawa senjata tajam tersebut. Apalagi, jika mereka terpaksa harus berurusan dengan hukum.

“Anak-anak tersebut, terindikasikan akan melakukan tindakan menyimpang dan mengarah pada aksi kriminalitas,” ujarnya.
Karenanya, langkah yang harus dilakukan salah satunya melalui pendekatan persuasif. Dengan cara ini, diharapkan kejadian kemarin tak terulang lagi. Sebab, pola pendekatan merupakan tindakan preventif untuk mencegah perilaku yang menyimpang pada anak-anak. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: