Home / News / Nasional / Menurut Ustaz Somad aksi bom bunuh diri Surabaya tak termasuk mati sahid

Menurut Ustaz Somad aksi bom bunuh diri Surabaya tak termasuk mati sahid

Ustaz Abdul Somad.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Para pelaku bom bunuh diri di Surabaya pada Ahad dan Senin (13-14/5/2018) kemarin, menurut Ustaz Abdul Somad tidak termasuk mati sahid. Menurutnya, telah terjadi pemahaman yang salah tentang mati sahid dengan menghabisi nyawa pemeluk agama lain yang tidak bersalah.

“Orang yang mati sahid adalah orang yang meninggal di medan perang melawan kaum kafir yang punya niat membinasakan Islam. Bukan di negeri yang damai seperti di Indonesia,” ucap Ustaz kondang asal Riau ini dalam ceramahnya yang disiarkan secara live lewat akun Instagramnya, Selasa (15/5).



Dicontohkan yang mati sahid oleh ustaz yang juga dosen di UIN Suska Riau ini, adalah para pejuang Palestina yang mati melawan tentara zionis Israel.

“Kalau di Palestina, di wilayah perang mereka bunuh diri untuk menyerang Israel, itu baru mati syahid. Kalau yang dilakukan di Surabaya itu bukanlah mati sahid. Karena negeri kita ini negeri yang damai dan rukun antar umat beragama,” kata pria yang identik dengan inisial UAS tersebut.

Ustaz Somad menyebutkan sahid di zaman nabi ketika tentara Islam kalah di perang Uhud. Saat itu Nabi mengatakan tentara Islam yang meninggal di tangan tentara kafir Quraish akan bertemu nabi di surga karena mati Sahid. Mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW itu, maka semakin ramai tentara Islam yang berani menyongsong tentara kafir dan mati sahid.

Ustaz Somad mengklarifikasi tentang video ceramahnya yang dipotong oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ustaz Somad disebut telah memotivasi orang untuk bunuh diri.

“Video ceramah saya itu dipotong dan mengatakan Ustaz Abdul Somad telah memotivasi orang bunuh diri. Itu dalam konteks apa? Sahid kalau mati di medan perang melawan orang kafir yang hendak membinasakan Islam. Tapi tidak apa-apa. Saya anggap saja iklan gratis. Karena orang akan mencari video lengkap saya dan paham kalau saya bukanlah Ustaz yang radikal,” ujar Ustaz Somad.

Seperti diketahui, pada Ahad (13/5/2018) telah terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, saat umat Nasrani hendak melakukan ibadah pagi. Selain itu juga ada bom bunuh diri di sebuah rumah susun di Sidoarjo pada Ahad Malam, dan pada Senin (14/5) pagi serangan ditujukan ke Polrestabes Suabaya.

Akibat rentetan bom bunh diri tersebut tercatat 28 korban jiwa, yang terdiri dari pelaku sendiri dan warga sipil.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: