22 September 2018
Home / News / Nasional / Meminimalisir penipuan, Kemenag akan tetapkan biaya umrah minimal Rp20 juta

Meminimalisir penipuan, Kemenag akan tetapkan biaya umrah minimal Rp20 juta

Salah seoran korban penipuan dari travel umrah, First Travel. (Kredit: Tribunnews)

Jakarta (RiauNews.com) – Maraknya penipuan terhadap calon jamaah umrah yang terjadi belakangan, seperti yang dilakukan First Travel, membuat resah masyarakat yang hendak melakukan ziarah ke Tanah Suci di Arab Saudi. Korban pada umumnya tergiur dengan harga paket umrah yang jauh lebih murah dibanding dengan travel agen lainnya.

Guna mengantisipasi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan memberlakukan acuan minimal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah (BPIU) sebesar Rp20 juta dalam waktu dekat. Penerapan kebijakan acuan minimal BPIU itu untuk mencegah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menjual paket ke Tanah Suci yang terlalu murah sehingga justru berpotensi merugikan jamaah.



“Sesuai kesepakatan adalah Rp20 juta. Tapi belum ketuk palu,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali di Jakarta, yang dikutip Riaunews.com dari laman Repubika, Selasa (27/3/2018).

Dia mengatakan angka acuan itu telah dibahas bersama-sama lintas sektor di antaranya Kemenag, asosiasi perwakilan PPIU, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan unsur terkait.

BPIU acuan Rp20 juta itu merupakan perhitungan final yang memperhitungkan harga masuk akal dengan standar pelayanan minimum (SPM) dari PPIU. Jika ada angka kurang dari itu, kata dia, maka masyarakat perlu mencermati unsur apa yang dikurangi dalam paket umrah tersebut.

Sejauh ini, dari banyak kasus travel umrah resmi dan bodong kerap menjual paket murah yang tidak masuk akal. Kebanyakan kasus itu memicu jamaah umrah dirugikan karena tergoda paket murah.

Berbagai persoalan muncul dari paket umrah murah seperti jamaah gagal berangkat, telantar di Tanah Suci, tidak mendapatkan paspor dan visa, dicekal imigrasi serta persoalan lainnya.

“Dengan ini, kami berharap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah akan semakin baik dan jamaah makin terlindungi,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: