Home / News / Nasional / ‘Lempar handuk’ soal kasus Novel, Jokowi: Jangan dikembalikan ke saya lagi

‘Lempar handuk’ soal kasus Novel, Jokowi: Jangan dikembalikan ke saya lagi

Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Tito Karnavian. (Kredit: Antara)

Jakarta (RiauNews.com) – Presiden Joko Widodo seperti ‘melempar handuk’ soal penyelesaian kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik seior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menanggapi tuntutan Novel untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF independen, Jokowi seperti mengelak untuk diminta komitmennya menyelesaikan kasus ini, dan meminta jangan dikembalikan lagi padanya.

Baca: WP KPK kembali ingatkan Presiden atas teror pada Novel

“Sudah ada tim gabungan di Polri, yang terdiri dari polisi, Ombudsman, dan KPK sendiri. Tanyakan pada mereka, hasilnya seperti apa. Kejar mereka, hasilnya seperti apa. Jangan dikembalikan ke saya lagi,” kata Jokowi, saat ditemui di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat 12 April 2019.

Jokowi menyampaikan, tiga lembaga itu berwenang menjawab sejauh mana pengusutan serangan teror berjalan. Sehingga, ia meminta, perihal hal tersebut, jangan melulu didesak kepadanya sebelum ada jawaban pasti dari pihak yang tengah menyelidiki.

“Tanyakan ke mereka. Belum ditanyakan ke sana, ditanyakan ke saya,” kata Jokowi, calon presiden petahana yang juga baru menyelesaikan acara kampanye.

Baca: Dua tahun teror Novel tanpa kejelasan bukti lemahnya komitmen Jokowi berantas korupsi

Sebelumnya di Gedung KPK, peringatan dua tahun serangan teror terhadap Novel digelar, kemarin. Novel yang hadir dalam acara, menuntut Presiden Jokowi segera membentuk TGPF independen untuk mengungkap kasus teror air keras yang dialaminya.

Novel mengatakan, desakan pembentukan TGPF independen ini tidak ada hubungannya dengan politik atau pilpres yang bakal digelar sekitar enam hari lagi. Meski begitu, Novel menyatakan, pembentukan TGPF independen jadi kesempatan bagi Jokowi menunjukkan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Semua masyarakat Indonesia, marilah kita mendesak kepada bapak Presiden untuk mau peduli untuk dibentuk TGPF,” kata Novel. ***[VIVA]

Komentar
%d blogger menyukai ini: