16 Agustus 2017
Home / News / Nasional / Lagu ‘Tepuk Anak Soleh’ dianggap didik anak tidak toleran

Lagu ‘Tepuk Anak Soleh’ dianggap didik anak tidak toleran

Anak didik TK Al Faatih, Banyuwangi.

Banyumas (RiauNews.com) – Lagu “Tepuk Anak Saleh” yang kerap dilantukan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak Islam, kini dipersoalkan oleh pihak tertentu. Alasan mereka, akhir lagu dengan syair ‘Islam Yes, Kafir No’ tersebut, dianggap menanamkan sikap tidak toleran kepada anak-anak.

Hal ini membuat Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Banyumas Zakiyah heran, sekaligus mempertanyakan alasan tepuk Anak Sholeh dipersoalkan. Bahkan, ada tuntutan agar kegiatan menyanyikan lagu ‘Anak Sholeh’ sembari bertepuk tangan itu harus dihentikan, kecuali syairnya diubah.

Zakiyah mengatakan lagu tersebut sudah sangat lama ada dan kerap dinyanyikan anak-anak PAUD dan TK di lingkungan Aisyiyah. Selama itu pula, tidak persoalan dengan pertumbuhan akidah anak-anak.

“Sejak saya masih TK, juga sudah ada lagu itu. Selama ini, juga tidak ada masalah. Kenapa kok baru dipersoalkan sekarang?” kata dia, Senin (31/7/2017), dilansir Republika.

Dengan lagu tersebut, kalangan pendidik justru berupaya menanamkan aqidah Islam pada anak-anak usia dini agar tidak kafir saat dewasa. “Dengan pemahaman seperti ini, saya justru jadi bertanya sebenarnya salahnya di mana?” kata Zakiyah.

Zakiyah justru khawatir saat ini ada sedang berlangsung upaya-upaya untuk membenturkan sesama umat Islam. “Marilah kita berpikir jernih. Dalam situasi seperti sekarang, janganlah sesama umat Islam sampai terpancing untuk dibentur-benturkan,” kata dia.

Lagu Anak Sholeh yang kerap dinyanyikan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam sambil bertepuk tangan dipersoalkan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas. Ketua Himpaudi Khasanatul Mufidah dalam rakor pokja program pendidikan keluarga di Gedung Ki Hajar Dewantara Kompleks Dinas Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/7), meminta agar kegiatan menyanyikan lagu tersebut dihentikan, atau syairnya diubah.

Mufidah menilai, tepuk Anak Sholeh yang diakhiri ‘Islam Yes, Kafir No’, akan mendidik anak-anak menjadi bersikap tidak toleran. “Lagu dengan akhiran seperti itu melatih anak intoleran dan merusak kebersamaan. Dikhawatirkan nantinya berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya,” kata dia. ***

Baca Juga

Menteri Nasir yakin 2020 nanti Indonesia mampu prduksi mobil listrik massal

Jakarta (RiauNews.com) – Pada 2020 mendatang, Indonesia diyakini mampu memproduksi dan memasarkan mobil listrik produksi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

themekiller.com