18 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Korban akibat gempa Sulteng capai ratusan jiwa

Korban akibat gempa Sulteng capai ratusan jiwa

Pusat perbelanjaan di Kota Palu yang ambruk akibat gempa. (Kredit: Antara)

Palu (RiauNews.com) – Korban akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah diyakini mencapai ratuan jiwa. Hasil pantauan Antara di sekeliling Kota Palu, Sabtu pagi (29/9/2018), mencatat korban gempa bumi di Donggala, Sulteng, diduga mencapai ratusan jiwa. Mereka belum dievakuasi dari gedung-gedung yang ambruk.

Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah Rolex Malaha ketika dihubungi via telepon melaporkan pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk. Masih ada puluhan hingga seratusan orang yang terjebak di dalam pusat perbelanjaan empat lantai yang dibangun 2006 itu.



Menurut salah seorang pegawai mal yang ditemui, para korban yang terjebak di dalam mal yang ambruk sebagian itu belum dievakuasi. Di Rumah Sakit Budi Agung Palu di Jalan Maluku terdapat 14 jenazah yang dibawa dari Mal Tatura berada di rumah sakit itu.

Sedangkan seratusan orang terluka. Korban yang mengalami patah kaki dan luka-luka masih berada di halaman rumah sakit dan sebagian ruang pasien. Namun, mereka belum ditangani secara medis karena belum ada dokter yang menangani.

Hotel Roa-Roa berlantai delapan yang berada di Jalan Pattimura juga rata dengan tanah. Di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Menurut sejumlah orang yang ditemui di hotel yang roboh itu, banyak korban yang berada dalam reruntuhan gedung hotel. Di lokasi lain seperti di arena Festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari, juga belum diketahui nasibnya. Gelombang tsunami menyapu pantai sekitar tempat acara festival tahunan itu.

Rumah Sakit Anutapura di Jalan Kangkung, Kamonji, Kota Palu, yang berlantai empat pun roboh. Banyak gedung, rumah, dan bangunan lainnya yang rusak di sekeliling kota.

Masyarakat juga terlihat masih panik dan masih mengungsi ke daerah yang lebih aman seperti ke dataran yang lebih tinggi. Masyarakat membutuhkan penanganan segera dari berbagai instansi terkait.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: