26 September 2018
Home / News / Nasional / Kebakaran di Nagari Kotobaru hanguskan empat rumah

Kebakaran di Nagari Kotobaru hanguskan empat rumah

Setidaknya empat unit rumah di Nagari Kotobaru, Kabupaten Solok, ludes dilalap si jago merah. (Kredit: istimewa/Grup WA)

Solok (RiauNews.com) – Empat unit rumah tempat tinggal hangus tinggal puing saat si jago merah mengamuk di pemukiman padat penduduk di Korong Tangah, Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Jumat (14/9/2018).

Dari informasi yang dihimpun, api diketahui berasal dari rumah semi permanen milik Meri (47) sekira pukul 15.00 WIB. Api awalnya terlihat dari bagian atas rumah bertingkat yang terbuat dari kayu.



Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun akibat cuaca panas, disertai angin yang bertiup kencang, membuat api menjalar dengan cepat dan merambat ke beberapa rumah yang berada di sekitarnya.

Adapun rumah warga yang turut terbakar masing-masing rumah semi permanen milik Rosnidar Kandar, kemudian rumah permanen milik Emi dan Ida.

“Api awalnya berasal dari rumah kayu bertingkat milik Meri. Ada kepulan asap di bagian atasnya, kemudian mejalar dengan cepat dan menghanguskan rumah tersebut,” terang Eri warga setempat.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Solok dibantu tiga unit mobil Damkar Kota Solok dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kebakaan, sekaligus melokalisir api agar tak merambat ke rumah lainnya di lokasi yang juga padat perumahan tersebut.

Setelah bertarung lebihkurang satu jam, api baru dapat dijinakkan. Meski tak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

“Saat ini kita masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami warga kita. Namun melihat dampak yang ditimbulkan, kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar,” kata Wali Nagari Koto Baru Afrizal Khaidir.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin yang turun ke lokasi kejadian, berharap pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu meringankan warga yang menjadi korban kebakaran. Terutama terkait tempat tinggal sementara warga terdampak kebakaran.

“Ini harus disikapi secepatnya, agar warga yang menjadi korban kebakaran tidak merasakan duka memdalam akibat musibah ini,” kata Wabup.

Pihaknya juga meminta pemerintah nagari bersama organisasi pemuda (Ipekos) untuk segera menghimpun bantuan dari warga untuk disalurkan kepada korban kebakaran.

“Kalau dari pemda kami hanya bisa membantu berupa barang yang disalurkan melalui dinas Sosial dan BPBD. Karena sekarang kalau bantuan dana melalui Bansos kan sudah tidak boleh lagi,” ujarnya. ***

Sumber: Haluan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: