19 Januari 2018
Home / News / Nasional / Keabsahan opini WTP BPK jadi dipertanyakan

Keabsahan opini WTP BPK jadi dipertanyakan

Auditor BPK di-OTT oleh KPK. (Kredit Foto: DetiCom)

Jakarta (RiauNews.com) – Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sering menjadi tujuan oleh sebuah institusi pemerintahan, kini “kewajarannya” patut dipertanyakan pasca penangkapan oknum BPK dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasn KOrupsi (KPK).

Citra BPK langsung tercoreng pasca terungkapnya indikasi jual beli predikat opini WTP yang menjerat pegawainya, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli.

Kondisi itu membuat hasil audit yang dilakukan BPK patut dicurigai keabsahannya. Baik itu audit kementerian/lembaga maupun laporan keuangan pemerintah daerah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto mengatakan, kegiatan audit BPK selama ini tidak sedikit yang berbau kolusi. Terutama di daerah.

Dilansir laman Jawa Pos, berdasar pengamatan Fitra, tidak jarang auditor dan staf BPK yang mau menerima beberapa fasilitas yang disediakan pemda. Bahkan, ada pula auditor yang menerima uang saku dengan besaran bervariatif.

”Sepengetahuan kami, ada yang inisiatif dari pemda dan ada dari permintaan sendiri oleh auditor,” kata Yenny.

Fenomena itu sejatinya sudah sejak lama terjadi. Fasilitas-fasilitas dan uang saku yang diberikan pemda kepada auditor itu seolah sudah menjadi budaya. ”Karena predikat ini (WTP) dianggap menjadi salah satu prestasi,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: