23 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Kapolri ingatkan masyarakat jangan ungkit isu sensitif

Kapolri ingatkan masyarakat jangan ungkit isu sensitif

Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Jakarta (RiauNews.com) – Pada bulan September ini, isu komunisme marak di tanah air. Selain kembalinya diputar film “Pengkhianatan G30S/PKI” oleh instansi TNI yang mendapat instruksi langsung dari Panglima, juga adanya bentrok warga di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bentrok saat itu dikarenakan beredarnya isu di media sosial, bahwa di LBHI sedang berjalan forum yang membahas paham komunisme.

Terkait hal ini, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta semua pihak untuk tidak mengangkat isu-isu yang sensitif karena dapat membuka kembali luka lama.



“Saya berharap bahwa isu-isu ini, sebaiknya semua pihak menahan diri, jangan kemudian menampilkan isu ini di tengah situasi kita yang rentan, mau ada pilkada, mau ada pilpres, mau ada peringatan G30S,” katanya usai menyampaikan pidato ilmiah dalam acara wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2017).

Menurut dia, ideologi komunisme di tingkat global sekarang sudah meredup, bahkan Rusia dan Cina pun sudah mengarah ke sistem kapitalis.

Namun khusus konteks Indonesia, lanjut dia, prinsip Kepolisian adalah berpegang kepada aturan hukum yang ada.

“Aturan hukum yang ada saat ini, jelas ada Tap MPR ditambah dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999, tentang penyebaran ideologi termasuk marxisme, leninisme, komunisme dilarang. Jadi, sepanjang ada upaya penyebaran itu, bagi Polri jelas akan melakukan penegakan hukum,” katanya.

Terkait dengan hal itu, Kapolri mengharapkan semua pihak menahan diri untuk tidak mengangkat isu-isu sensitif tersebut karena dapat membuka kembali luka lama.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: