21 September 2018
Home / News / Nasional / Ini klarifikasi panitia seminar UIN Sumut yang temanya kontroversial

Ini klarifikasi panitia seminar UIN Sumut yang temanya kontroversial

Tema seminar yang diselenggarakan UIN Sumatera Utara mengundang kontroversi.

Medan (RiauNews.com) – Setelah dikecam masyarakat dan heboh di dunia media sosial, panitia acara seminar Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ke-44 yang berlangsung pada Senin (11/12/2017), akhirnya angkat bicara sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

Melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Riset Agama dan Masyarakat (Resam) selaku panitia acara tersebut memberikan klarifikasi kepada LPM Dinamika UIN Sumt, terkait kejadian yang meresahkan masyarakat terkhususnya di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (12/12).



Dalam pesan singkat tersebut, mereka menganjurkan kepada masyarakat untuk Tabayyun.

Isi pesan tersebut bertuliskan:

Pertama Diskusi dengan judul yang dipersoalkan sebenarnya merupakan ranah kajian dan penelitian yang terbuka, pada kritik dan koreksi dari banyak kalangan, khususnya para peneliti bukan kebanyakan orang.

Kedua, Dalam usaha mengkritik dan mengkoter data, metodologi dan kesimpulan yang diajukan oleh pemakalah sdr. M. Yaser Arafat, lembaga kami sudah merencanakan pada pertemuan selanjutnya yang sedang akan dijadwalkan dengan mengundang para pakar yang kompeten di bidang yang dibutuhkan.

Ketiga, Kami mengajukan permohonan maaf atas judul yang telah membuat keresahan masyarakat Islam Indonesia.

Keempat, Kami berjanji dalam hal menyelenggarakan kajian – kajian ilmiah ke depanya tetap mempertimbangkan kaidah ilmiah yang ketat dan mempertimbangkan kepatutan, suasana bathin masyarakat muslim di Indonesia.

Ttd.
Resam, Riset Agama dan Masyarakat.

 

Begitulah isi pesan singkat yang dikirimkan panitia melalui WA, dalam pesan tersebut Resam selaku panitia berjanji untuk melakukan penjadwalan ulang pertemuan untuk membahas penelitian yang dilakukan oleh M. Yaser Arafat, dengan mengundang para peneliti.

Seperti diberitakan sebelumnya, seminar ini mendapat banyak hujatan oleh para netizen. Gara-garanya adalah tajuk yang diambil dalam acara tersebut dianggap merendahkan kitab suci agama Islam, yakni “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur’an”.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia melalui Sekretaris Jenderal Anwar Abbas, turut menyesalkan terjadinya hal tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: