26 September 2018
Home / News / Nasional / Ini dugaan motif bom di Surabaya menurut Kapolri

Ini dugaan motif bom di Surabaya menurut Kapolri

Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan langsung ke tempat terjadinya serangan bom di gereja Surabaya. (Kredit: Viva)

Surabaya (RiauNews.com) – Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengungkapkan motif yang diduga melatarbelakangi penyerangan dengan bom ke tiga gereja di Surabaya, karena di tingkat internasional ISIS sudah ditekan baik oleh Amerika Serikat maupun Rusia. Sehingga mereka dalam keadaan terpojok.

“ISIS kemudian memerintahkan semua jaringannya di luar, termasuk yang sudah kembali ke Indonesia untuk melakukan serangan di seluruh dunia. Termasuk yang di London, peristiwa serangan dengan menggunakan pisau,” kata Tito.



Kemudian motif yang kedua adalah terkait kejadian lokal yang juga menjadi masalah bagi mereka. Itu tak lain karena pimpinan-pimpinan mereka sudah ditangkap, seperti Aman Abdurahman yang masih ditahan di Rutan Mako Brimob.

Aman Abdurahman merupakan pendiri Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan disebut-sebut terafiliasi dengan ISIS.

“Yang bersangkutan selain terkait dengan pelatihan militer di Aceh, juga terkait dengan peristiwa bom Thamrin. Dia salah satu dalang kasus bom Thamrin,” kata Tito.

Setelah Aman ditahan, lanjut Tito, kemudian digantikan sosok lain. Dimana yang ditunjuk adalah ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur bernama Zainal Anshori. Dia kemudian juga ditangkap terkait membiayai penyelundupan senjata dari Philipina.

“Karena ditangkap pimpinannya ini kemudian kelompok-kelompok ini mulai bereaksi untuk melakukan pembalasan. Salah satunya dengan membuat kerusuhan di Mako Brimob. Jadi tidak sekedar hanya masalah makanan tapi memang sudah ada kemarahan,” kata Tito.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: