13 Desember 2018
Home / News / Nasional / Imam Besar Masjid Istiqlal pimpin doa Sidang Tahunan MPR 2018

Imam Besar Masjid Istiqlal pimpin doa Sidang Tahunan MPR 2018

Sidang Tahunan MPR RI 2018.

Jakarta (RiauNews.com) – Dalam dua tahun belakangan, pembacaan doa dalam Sidang Tahunan MPR RI yang dilakukan oleh anggota, selalu menimbulkan kontroversi. Agar hal tersebut tak kembali terulang, pimpinan MPR memutukan untuk mengundang Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar untuk membacakan doa dalam sidang Sidang Tahunan 2018.

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan penunjukan Nasaruddin Umar sebagai pembaca doa untuk menghindari kontroversi. Hal itu karena doa dalam Sidang Tahunan MPR dua tahun berturut-turut kerap berakhir kontroversial.

“Mari kita berdoa bersama yang biasa dipimpin oleh anggota MPR tapi pengalaman tahun-tahun yang lalu doa jadi ramai. Oleh karena itu, tahun ini kita minta doa dipimpin oleh Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Imam Besar Masjid Istiqlal,” ujar Zulkifli sebelum menutup Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Dalam doanya, Nasaruddin mengajak semua pihak mensyukuri nikmat Tuhan yang Maha Esa. Nasaruddin juga berdoa agar bangsa Indonesia sabar, ikhlas, dan istiqomah dalam menghadapi cobaan kepada bangsa.

“Bimbinglah hambaMu, tak hanya bersikap kritis tapi santun. Bukan hanya berani melakukan kebenaran tapi takut melakukan pelanggaran, bukan hanya pandai melihat kelemahan orang lain, tapi pandai melihat kelemahan diri sendiri,” ujar Nasaruddin.

“Bukan hanya mampu bicara banyak, tapi juga mampu berbuat banyak. Bukan hanya bisa jadi pemimpin yang baik, tapi bisa juga jadi rakyat yang baik,” ujarnya.

Diwartakan oleh Republika, sebelumnya doa Sidang Tahunan MPR dalan dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017 menuai polemik. Hal itu setelah doa yang dibacakan anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra Muhammad Syafii pada 2016 dan pada 2017 oleh anggota Fraksi PKS Tifatul Sembiring.

Doa yang dibacakan Syafii pada 2016 dianggap menyinggung outsourcing hingga diselipkannya sindiran ke sosok pemimpin tanah air.

“Jauhkan kami ya Allah dari pemimpin yang khianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, dan seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat,” kata Syafii dalam doanya.

Sementara pada 2017 lalu, doa yang dibacakan oleh Tifatul juga mendapat banyak sorotan. Itu lantaran dalam petikan doanya, Tifatul menyinggung fisik Presiden Jokowi dan menyinggung usia JK.

“Berilah petunjuk kepada Presiden Bapak Joko Widodo. Gemukkanlah badan beliau karena kini terlihat makin kurus. Ya Allah, bimbinglah Wakil Presiden kami Bapak Jusuf Kalla. Meskipun usia beliau sudah tergolong tua, tapi semangat beliau masih membara,” kata Tifatul mendoakan Jokowi dan JK.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: